Detakindo.com

Mendetak Fakta, Menyuarakan Bangsa

Iklan 160x600

Kematian Pasien BPJS di RS BHC Disorot, Asy’ari Muthhar Desak Penjelasan Terbuka

SUMENEP | Detakindo.com – Kematian Moh. Firman Ramadhani alias Dani, pasien BPJS di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua

Komisi IV DPRD Sumenep sekaligus Ketua Fraksi PPP, Dr. H. M. Asy’ari Muthhar, M.Fil.I.

SUMENEP | Detakindo.com – Kematian Moh. Firman Ramadhani alias Dani, pasien BPJS di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumenep sekaligus Ketua Fraksi PPP, Dr. H. M. Asy’ari Muthhar, M.Fil.I.

Ia menegaskan, pihak rumah sakit tidak boleh membiarkan keluarga korban dan masyarakat bertanya-tanya tanpa memperoleh penjelasan yang jelas. Menurutnya, keterbukaan menjadi langkah penting untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.

“Pihak rumah sakit harus menjelaskan secara jujur kepada keluarga korban dan masyarakat tentang apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan tanpa kejelasan,” tegas Asy’ari Muthhar.

Ia juga menekankan bahwa apabila ditemukan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa pasien, pihak yang terbukti bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Jika memang ditemukan adanya kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, maka harus ada pertanggungjawaban. Persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan dan nyawa manusia,” ujarnya.

Asy’ari turut meminta pemerintah dan instansi berwenang segera mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Ia berharap penelusuran dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kejadian dapat diketahui berdasarkan fakta.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi IV DPRD Sumenep akan memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta klarifikasi dan mendalami persoalan yang terjadi di RS BHC.

“Komisi IV akan memanggil pihak terkait untuk menelusuri persoalan ini. Kami ingin mendapatkan penjelasan yang utuh agar permasalahan ini menjadi terang dan tidak menimbulkan pertanyaan berkepanjangan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Asy’ari, penanganan kasus ini harus mengedepankan transparansi dan objektivitas. Kejelasan informasi sangat dibutuhkan, terutama bagi keluarga korban yang berhak mengetahui apa yang terjadi terhadap anggota keluarganya.

Ia berharap proses penelusuran tidak berhenti pada klarifikasi semata, tetapi juga menghasilkan tindak lanjut yang sesuai dengan fakta dan ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan 160x600

Detakindo.com

Mendetak Fakta, Menyuarakan Bangsa