Detakindo.com

Mendetak Fakta, Menyuarakan Bangsa

Iklan 160x600

IKS.PI Kera Sakti Gaungkan Perdamaian, Sumenep Didorong Jadi Pelopor Kerukunan Antarperguruan Silat

SUMENEP | Detakindo.com – Komitmen membangun persaudaraan dan menjaga perdamaian antarperguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep semakin diperkuat. Melalui Serasehan Kebudayaan Pencak Silat dan Deklarasi

Serasehan Kebudayaan Pencak Silat dan Deklarasi Damai antarperguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep.

SUMENEP | Detakindo.com – Komitmen membangun persaudaraan dan menjaga perdamaian antarperguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep semakin diperkuat. Melalui Serasehan Kebudayaan Pencak Silat dan Deklarasi Damai bertema “Sumenep sebagai Pelopor Perdamaian Antarperguruan”, berbagai perguruan silat menyatukan tekad untuk menjaga kerukunan dan menjauhkan diri dari konflik.

Kegiatan yang digelar oleh IKS.PI Kera Sakti Cabang Sumenep tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antarpesilat. Terlebih, kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian kunjungan Ketua Umum IKS.PI Kera Sakti, Bambang Sunarja, bersama jajaran pengurus pusat ke Kabupaten Sumenep.

Serasehan tersebut tidak hanya dihadiri keluarga besar IKS.PI Kera Sakti, tetapi juga melibatkan perwakilan berbagai perguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep. Bahkan, sejumlah anggota perguruan dari berbagai wilayah di Madura hingga daerah lain di Jawa Timur turut hadir.

Pertemuan lintas perguruan ini menjadi pesan kuat bahwa perbedaan organisasi, lambang, maupun atribut bukan alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, seluruh perguruan memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga persaudaraan dan menciptakan suasana damai di tengah masyarakat.

Ketua IKS.PI Kera Sakti Cabang Sumenep menegaskan, serasehan tersebut sengaja dihadirkan sebagai ruang komunikasi dan silaturahmi untuk memperkuat hubungan antarp perguruan pencak silat.

Menurutnya, pencak silat tidak boleh hanya dipandang sebagai seni bela diri, tetapi juga merupakan warisan budaya bangsa yang sarat dengan nilai kedisiplinan, penghormatan, pengendalian diri, dan keluhuran budi.

“Kami akan terus menjaga persatuan dan persaudaraan antar sesama perguruan pencak silat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum IKS.PI Kera Sakti, Bambang Sunarja, mengingatkan seluruh anggota, khususnya keluarga besar IKS.PI Kera Sakti di Kabupaten Sumenep, agar senantiasa menjaga kekompakan dan memperkuat persatuan.

Ia juga berharap TNI dan Polri ikut mengambil peran dalam pembinaan generasi pesilat agar tumbuh menjadi pribadi yang berbudi luhur, menjunjung tinggi persaudaraan, serta mampu berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kita harus saling menghormati satu sama lain,” pesannya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumenep, Santoso. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi contoh positif bahwa perbedaan perguruan tidak menghalangi terbangunnya kebersamaan.

Menurutnya, suasana guyub, rukun, dan harmonis antarperguruan merupakan modal penting untuk menjaga marwah pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

“Kami mengapresiasi kegiatan luar biasa ini,” tandasnya.

Melalui serasehan dan deklarasi damai tersebut, seluruh perguruan pencak silat diharapkan tidak sekadar menyampaikan komitmen melalui pernyataan bersama, tetapi juga membuktikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Komunikasi yang baik, sikap saling menghormati, serta penyelesaian persoalan melalui musyawarah harus menjadi landasan dalam membangun hubungan antarpesilat.

Dengan demikian, Kabupaten Sumenep tidak hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya pencak silat, tetapi juga mampu menjadi pelopor perdamaian antarperguruan di Madura dan Jawa Timur.

Sebab, sejatinya, kehormatan seorang pendekar bukan diukur dari seberapa kuat ia menjatuhkan lawan, melainkan dari kemampuannya mengendalikan diri, menghargai sesama, dan menjaga perdamaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan 160x600

Detakindo.com

Mendetak Fakta, Menyuarakan Bangsa