
SUMENEP | Detakindo.com – Gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda terus diperkuat melalui pendekatan keagamaan. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kalianget menjalin sinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kalianget untuk merancang sosialisasi bahaya narkoba dari perspektif agama.
Langkah tersebut diawali melalui silaturahmi jajaran pengurus GP Ansor Kalianget ke Kantor KUA Kalianget, Kamis (15/10/2026) pagi. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua GP Ansor Kalianget, Mediyanto, dan disambut Kepala KUA Kalianget, Habari.
Pertemuan berlangsung hangat dalam suasana penuh keakraban. Kedua pihak membahas peluang kerja sama untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap berbagai pengaruh negatif lingkungan.
Ketua GP Ansor Kalianget, Mediyanto, menyampaikan bahwa upaya pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan lembaga keagamaan.
Menurutnya, edukasi tentang narkoba tidak cukup hanya disampaikan melalui pendekatan hukum dan kesehatan. Penguatan nilai-nilai agama juga penting untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kehidupan pribadi, keluarga, dan masa depan generasi muda.
Dalam perspektif Islam, penyalahgunaan zat yang memabukkan dan merusak akal bertentangan dengan prinsip menjaga akal dan jiwa. Karena itu, GP Ansor Kalianget ingin menjadikan pendekatan keagamaan sebagai salah satu upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkoba.
“Kami ingin membangun sinergi dengan KUA agar edukasi bahaya narkoba dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Pendekatan agama diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, terutama di kalangan generasi muda, tentang pentingnya menjaga diri dan masa depan,” demikian semangat kolaborasi yang diusung GP Ansor Kalianget.
Sementara itu, Kepala KUA Kalianget, Habari, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai keterlibatan organisasi kepemudaan dalam upaya pencegahan narkoba merupakan langkah positif yang perlu didukung bersama.
Menurut Habari, penguatan pemahaman agama dan peran keluarga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap penyalahgunaan narkoba.
“Pencegahan narkoba harus dimulai dari penguatan iman dan pemahaman agama di keluarga. Jika mimbar masjid, majelis taklim, dan bimbingan penyuluhan kita isi dengan edukasi bahaya narkoba, insyaallah generasi kita akan lebih terlindungi,” ujar Habari.
Sebagai tindak lanjut, GP Ansor dan KUA Kalianget sepakat menjajaki program kolaboratif berupa penyuluhan terpadu di masjid, madrasah, serta kegiatan bimbingan bagi remaja usia nikah.
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak berharap pesan pencegahan narkoba dapat disampaikan secara lebih dekat kepada masyarakat. Tidak hanya meningkatkan pengetahuan tentang bahayanya, edukasi ini juga diharapkan memperkuat peran keluarga, lingkungan pendidikan, dan komunitas keagamaan dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, serta memiliki masa depan yang lebih baik.







