Detakindo.com

Mendetak Fakta, Menyuarakan Bangsa

Iklan 160x600

DPRD Sumenep Turun Tangan, Kematian Pasien BPJS di RS BHC Segera Diklarifikasi

SUMENEP | Detakindo.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berencana memanggil Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) serta Direktur

SUMENEP | Detakindo.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berencana memanggil Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) serta Direktur Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC). Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan terkait meninggalnya pasien BPJS, Moh. Firman Ramadhani alias Dani.

Langkah DPRD ini menjadi bagian dari upaya meminta kejelasan atas peristiwa yang kini menjadi perhatian publik. Namun, sebelum mengambil kesimpulan, Komisi IV memilih mendengar keterangan langsung dari pihak rumah sakit dan dinas terkait.

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, menegaskan bahwa pihaknya akan segera menjadwalkan pemanggilan kedua pihak tersebut dalam waktu dekat.

“Kami mengikuti perkembangan yang pasien meninggal di RS BHC Sumenep. Dalam waktu dekat akan kami panggil Kepala Dinkes P2KB dan Direktur RS BHC Sumenep,” kata Mulyadi.

Ia menyatakan, pihaknya belum dapat memberikan penilaian lebih jauh sebelum memperoleh penjelasan secara langsung dari kedua belah pihak.

“Untuk saat ini kami tidak bisa berkomentar lebih jauh sebelum memanggil dari kedua belah pihak itu, antara Dinkes P2KB dan pihak RS BHC Sumenep,” ujarnya.

Mulyadi kembali menegaskan bahwa pemanggilan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat guna mendapatkan keterangan yang lebih utuh mengenai persoalan tersebut.

“Intinya, dalam waktu dekat akan kami panggil,” tegasnya.

Keluarga Masih Menanti Kejelasan

Rencana pemanggilan oleh Komisi IV DPRD Sumenep diharapkan dapat membantu mengungkap persoalan di balik meninggalnya Dani, sekaligus memberikan kejelasan kepada keluarga yang masih menunggu hasil investigasi.

Hingga keterangan yang disampaikan tersebut, DPRD belum memberikan kesimpulan mengenai penyebab kematian pasien maupun ada atau tidaknya dugaan kelalaian dalam pelayanan medis.

Keterangan dari pihak rumah sakit dan Dinkes P2KB menjadi penting agar persoalan ini dapat ditelusuri secara menyeluruh, berdasarkan fakta dan penjelasan dari pihak-pihak terkait.

Publik kini menanti tindak lanjut DPRD Sumenep serta hasil investigasi yang diharapkan mampu menjawab pertanyaan keluarga mengenai peristiwa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan 160x600

Detakindo.com

Mendetak Fakta, Menyuarakan Bangsa