Event di Sumenep Dinilai Kurang Berdampak: PMII Minta Pemerintah Evaluasi dan Transparansi

Avatar

Selasa, 29 Juli 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PC PMII Kabupaten Sumenep (Khoirus Soleh)

i

Ketua PC PMII Kabupaten Sumenep (Khoirus Soleh)

SUMENEP | DetakIndo.com – Pelaksanaan berbagai event di Kabupaten Sumenep dalam beberapa tahun terakhir terus menjadi sorotan publik, terutama terkait efektivitas dan dampaknya terhadap kemajuan ekonomi masyarakat. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep menyampaikan kritik tajam terhadap pola penyelenggaraan event yang dinilai lebih bersifat seremonial ketimbang strategis dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.

PMII Sumenep menilai bahwa berbagai event yang digelar pemerintah daerah tidak disusun berdasarkan kebutuhan dan realitas masyarakat. Alih-alih mendorong pertumbuhan ekonomi secara merata, kegiatan-kegiatan tersebut dinilai hanya menguntungkan kelompok tertentu dan cenderung terkonsentrasi di kawasan perkotaan.

“Kalau memang tujuannya untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat, mengapa pelaksanaannya hanya terpusat di satu titik? Lalu, masyarakat di wilayah kepulauan atau kecamatan yang jauh dari pusat kota mendapat manfaat apa?” ungkap khairus soleh ketua cabang PMII Sumenep.

PMII Cabang Sumenep juga menyoroti kurangnya kreativitas dan perencanaan strategis dari pemerintah daerah. Menurut mereka, pelaksanaan event tidak didasari oleh kajian yang komprehensif, sehingga manfaatnya tidak merata dan cenderung tidak berdampak secara signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

*Event Lebih Fokus pada Promosi daripada Solusi*

Lebih jauh, PMII Sumenep menilai bahwa orientasi event lebih condong pada promosi pariwisata dan pencitraan semata, bukan sebagai instrumen pemerataan ekonomi. “Kegiatan yang diselenggarakan lebih terlihat sebagai ajang formalitas belaka, bukan sebagai solusi konkrit atas tantangan ekonomi masyarakat,” lanjut khairus soleh.

 

Hal ini dinilai bertolak belakang dengan semangat pembangunan daerah yang seharusnya mengedepankan partisipasi masyarakat dan distribusi manfaat yang adil.

Tuntutan PC PMII Sumenep kepada Pemerintah Daerah

Sebagai bentuk kontrol sosial, PMII Sumenep mengajukan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, di antaranya:

1. Evaluasi Menyeluruh

PMII meminta agar setiap event yang diselenggarakan dievaluasi secara mendalam, baik dari segi tujuan, pelaksanaan, maupun dampaknya terhadap masyarakat.

2. Transparansi Anggaran

PMII menuntut transparansi penggunaan anggaran event, agar publik dapat mengetahui ke mana dan untuk apa dana publik digunakan.

3. Pelibatan Masyarakat

Pemerintah diharapkan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, agar event yang digelar benar-benar menjawab kebutuhan riil warga, termasuk masyarakat di wilayah kepulauan dan pinggiran.

“Kami mendesak agar pemerintah lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat. Jangan sampai program yang menggunakan dana publik hanya menjadi seremonial belaka tanpa ada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” tegas Ketua PMII Sumenep.

PMII Sumenep menilai pelaksanaan event di daerah perlu ditata ulang agar tidak hanya memperindah laporan kegiatan tahunan, melainkan benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah dituntut untuk lebih inklusif, transparan, dan berbasis kebutuhan masyarakat dalam menyusun program-program publik.

Dengan demikian, pelaksanaan event di Sumenep tidak lagi hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi menjadi alat nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Follow WhatsApp Channel detakindo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ketidakjelasan Anggaran Bawaslu Jadi Sorotan, Firdaus Akan Audiensi
Soroti Dana Pilkada, Aktivis Ajukan Permohonan Transparansi Anggaran ke Bawaslu Sumenep
Kepemimpinan Kepala DKPP Sumenep Disorot, Aktivis Janji Bongkar Kebobrokan
Aliansi BEM Madiun Menolak Lupa: Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto
BEMSU Menolak Klaim Palsu: Mahasiswa Tidak Akan Pernah Sepakat Jika Rakyat Tak Jadi Tujuan
Ruang Gelap Demokrasi di Tubuh PMII Banyuwangi
Gerak Kolaboratif Menuju PMII Banyuwangi yang Progresif dan Inklusif
Pelantikan Raya Rayon Komisariat PMII Guluk-guluk Sudah Resmi dilantik : Menyongsong Wajah Baru Organisasi yang Solid Visioner dan Lebih Maju

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 08:05 WIB

Dugaan Ketidakjelasan Anggaran Bawaslu Jadi Sorotan, Firdaus Akan Audiensi

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:18 WIB

Soroti Dana Pilkada, Aktivis Ajukan Permohonan Transparansi Anggaran ke Bawaslu Sumenep

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:11 WIB

Kepemimpinan Kepala DKPP Sumenep Disorot, Aktivis Janji Bongkar Kebobrokan

Selasa, 11 November 2025 - 16:11 WIB

Aliansi BEM Madiun Menolak Lupa: Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Selasa, 4 November 2025 - 00:02 WIB

Ruang Gelap Demokrasi di Tubuh PMII Banyuwangi

Berita Terbaru