BEM Nusantara Instruksikan Demo Nasional, Soroti Polisi Preman Berseragam dan Kekerasan pada Ojol

Avatar

Jumat, 29 Agustus 2025 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekertaris Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Moh. Syauqi. (DetakIndo.com)

i

Sekertaris Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Moh. Syauqi. (DetakIndo.com)

SUMENEP | Detakindo.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menggelar aksi unjuk rasa nasional bertajuk “Reformasi Polri – Polisi Preman Berseragam!” pada 31 Agustus hingga 5 September 2025. Aksi akan berlangsung di Mabes Polri, Polda, dan Polres di berbagai daerah di Indonesia.

Instruksi ini dituangkan dalam surat resmi yang ditandatangani Koordinator Pusat BEM Nusantara, Muksin Mahu, dan Sekretaris Pusat, Djamaludin Puluhulawa, pada 28 Agustus 2025. Seruan ini muncul menyusul tewasnya seorang pengemudi ojek online di kawasan Pejompongan, Jakarta, setelah dilindas kendaraan taktis Brimob.

“Polisi yang represif adalah musuh demokrasi. Kekerasan aparat tidak boleh lagi dibiarkan menjadi wajah negara. Setiap pelanggaran yang menumpahkan darah rakyat adalah pengkhianatan terhadap amanat reformasi,” tulis BEM Nusantara dalam pernyataannya.

BEM Nusantara menyoroti bahwa kasus tewasnya ojol hanyalah salah satu dari banyak catatan buram kepolisian. Beberapa di antaranya termasuk penggunaan gas air mata dan ambulans dalam aksi di Pati, Jawa Tengah, pada 13–14 Agustus 2025, yang membuat puluhan warga dilarikan ke rumah sakit. Organisasi mahasiswa ini juga menyoroti penembakan antarpolisi, dugaan pembunuhan oleh oknum aparat, serta praktik kekerasan fisik yang kerap menimpa warga sipil.

Dalam pernyataannya, BEM Nusantara merumuskan enam tuntutan utama kepada Polri:

1. Menghentikan tindakan represif terhadap rakyat dalam aksi demonstrasi.

2. Mengusut tuntas dan mengadili secara transparan oknum polisi pelanggar HAM.

3. Memproses hukum anggota kepolisian yang terbukti melanggar aturan.

4. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap satuan-satuan Polri.

5. Membentuk lembaga independen pengawas kepolisian.

6. Menegakkan demokrasi dengan menghormati kebebasan pers, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat sipil.

BEM Nusantara menegaskan, jika brutalitas aparat terus dibiarkan, rakyat bersama mahasiswa akan mengonsolidasikan perlawanan lebih besar, masif, dan radikal.

Sekretaris Daerah BEM Nusantara Jatim, Moh. Syauqi, memastikan pihaknya telah melakukan konsolidasi ke seluruh pengurus BEM di Jawa Timur untuk menindaklanjuti seruan tersebut.

“Iya betul. Kami sudah konsolidasi dan akan segera menentukan mapping yang tepat untuk langkah selanjutnya,” ujarnya singkat.

Follow WhatsApp Channel detakindo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ketidakjelasan Anggaran Bawaslu Jadi Sorotan, Firdaus Akan Audiensi
Soroti Dana Pilkada, Aktivis Ajukan Permohonan Transparansi Anggaran ke Bawaslu Sumenep
Kepemimpinan Kepala DKPP Sumenep Disorot, Aktivis Janji Bongkar Kebobrokan
BEM Nusantara Jatim Dikukuhkan, Mahasiswa Siap Perkuat Suara dan Gerakan Sosial
Aliansi BEM Madiun Menolak Lupa: Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto
BEMSU Menolak Klaim Palsu: Mahasiswa Tidak Akan Pernah Sepakat Jika Rakyat Tak Jadi Tujuan
Ruang Gelap Demokrasi di Tubuh PMII Banyuwangi
Pelantikan Raya Rayon Komisariat PMII Guluk-guluk Sudah Resmi dilantik : Menyongsong Wajah Baru Organisasi yang Solid Visioner dan Lebih Maju

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 08:05 WIB

Dugaan Ketidakjelasan Anggaran Bawaslu Jadi Sorotan, Firdaus Akan Audiensi

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:18 WIB

Soroti Dana Pilkada, Aktivis Ajukan Permohonan Transparansi Anggaran ke Bawaslu Sumenep

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:11 WIB

Kepemimpinan Kepala DKPP Sumenep Disorot, Aktivis Janji Bongkar Kebobrokan

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:12 WIB

BEM Nusantara Jatim Dikukuhkan, Mahasiswa Siap Perkuat Suara dan Gerakan Sosial

Selasa, 11 November 2025 - 16:11 WIB

Aliansi BEM Madiun Menolak Lupa: Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Berita Terbaru