Cipayung Sumenep Gelar Konsolidasi Tragedi Affan Kurniawan, Tuntut Keadilan dan Reformasi Polri

Avatar

Jumat, 29 Agustus 2025 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP | DetakIndo.com – Sejumlah organisasi mahasiswa di Kabupaten Sumenep, yang tergabung dalam Cipayung Plus, akan menggelar konsolidasi akbar dan aksi solidaritas terkait tragedi yang menewaskan Affan Kurniawan, warga yang dilindas mobil dinas Polri pada Kamis (28/8/2025). Aksi dijadwalkan berlangsung Jumat malam (29/8/2025) pukul 20.00 WIB di Taman Bunga Sumenep.

Aksi ini digagas oleh mahasiswa dari PMII, IMM, HMI, dan GMNI. Mereka menegaskan bahwa tragedi tersebut bukan sekadar kehilangan nyawa, tetapi juga pukulan telak terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan.

Ketua Umum PC IMM Sumenep, Moh. Ridho Ilahi Robbi, memperingatkan aparat agar tidak merasa kebal hukum.

“Jika aparat masih merasa kebal hukum dan terus melakukan kekerasan, jangan salahkan jika kemarahan rakyat suatu hari nanti tak bisa lagi dibendung. Jangan sampai amarah rakyat membakar negeri ini,” tegasnya.

Senada, Ketua DPC GMNI Sumenep, Roni Ardiyanto, menyebut tragedi ini sebagai tamparan keras bagi kemanusiaan.

“Tragedi ini bukan sekadar kehilangan satu nyawa, tetapi juga tamparan keras terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Setiap warga negara berhak atas perlindungan hukum dan rasa aman. Kami mengutuk keras tindakan represif dan kekerasan kepolisian,” ujarnya.

Ketua Cabang PMII Sumenep, Khoirus Soleh, menekankan pentingnya hak rakyat yang selama ini dirampas.

“Demonstrasi adalah hak yang dilindungi konstitusi, namun dalam kasus ini, hak-hak tersebut seolah diinjak-injak aparat. Kehilangan nyawa tidak bisa ditukar dengan apapun. Kami akan mengawal kemanusiaan melalui aksi solidaritas,” kata Khoirus.

Sementara itu, Ketua Cabang HMI Sumenep, Faishol Ridho, menyoroti lemahnya reformasi Polri.

“Tindakan aparat menandakan tidak adanya reformasi institusi Polri yang selama ini menjadi tuntutan masyarakat. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi semakin lemah. Ini mengancam demokrasi, terutama dalam hal penghormatan terhadap HAM,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel detakindo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kembali Dipercaya, KH Miftachul Akhyar Jadi Rais Aam PBNU Periode 2026–2031
Gus Kikin Dipercaya Pimpin PBNU 2026–2031, Muktamar ke-35 di Jombang Masuki Babak Baru
9 Ulama Raih Suara Tertinggi AHWA Muktamar ke-35 NU, KH Nurul Huda Djazuli Puncaki Perolehan
Perkuat Daya Saing UMKM Sumenep, UMSURA Gelar FGD Quadruple Helix Dorong Ekosistem Smart Digital
Penyaluran BBM Subsidi di SPBU Ganding Disorot, Dugaan Penimbunan Ikut Mencuat
IKA PMII Bedah Buku Kepemimpinan di Muktamar ke-35 NU, Soroti Masa Depan NU di Era Digital
Mengenang Tragedi Agustus, Aliansi BEM Madiun Kirim “Seruan Pertiwi” untuk Indonesia
Kecelakaan Dua Motor di Ellak Daya Lenteng, Identitas dan Kondisi Korban Masih Misterius

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Kembali Dipercaya, KH Miftachul Akhyar Jadi Rais Aam PBNU Periode 2026–2031

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Gus Kikin Dipercaya Pimpin PBNU 2026–2031, Muktamar ke-35 di Jombang Masuki Babak Baru

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Perkuat Daya Saing UMKM Sumenep, UMSURA Gelar FGD Quadruple Helix Dorong Ekosistem Smart Digital

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Penyaluran BBM Subsidi di SPBU Ganding Disorot, Dugaan Penimbunan Ikut Mencuat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:09 WIB

IKA PMII Bedah Buku Kepemimpinan di Muktamar ke-35 NU, Soroti Masa Depan NU di Era Digital

Berita Terbaru