IKA PMII Bedah Buku Kepemimpinan di Muktamar ke-35 NU, Soroti Masa Depan NU di Era Digital

Avatar

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

For: DetakIndo.com

i

For: DetakIndo.com

JOMBANG | DetakIndo.com – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang tidak hanya menjadi ruang konsolidasi organisasi, tetapi juga diramaikan dengan berbagai kegiatan intelektual dan diskusi kebangsaan. Salah satunya adalah Bedah Buku Kepemimpinan dan Diskusi Gerakan Islam yang digelar Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dan alumni PMII dari berbagai latar belakang profesi. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

Buku yang menjadi bahan diskusi berjudul “Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan, Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik, dan Kemasyarakatan”, yang ditulis oleh Fathan Subchi dan sejumlah alumni PMII lainnya.

Buku tersebut menghimpun pengalaman, pemikiran, serta perjalanan para alumni PMII yang kini berkiprah di berbagai sektor kepemimpinan, politik, akademik, hingga kemasyarakatan.

Sejumlah tokoh yang berkontribusi dalam buku tersebut antara lain KH Endin AJ Soefihara, Andi Najmi Fuadi, Anggota BPK RI Fathan Subchi, Waketum MUI KH Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Ni’am Sholeh, Komisaris PT Petrokimia Gresik Luluk Nur Hamidah, aktivis NU Firman Syah Ali, Pengasuh Ponpes Mlangi Muhammad Mustafid, serta sejumlah kontributor lainnya.

Dalam sambutannya, A Muhaimin Iskandar memberikan apresiasi kepada para penulis buku. Ia berharap kiprah dan kontribusi alumni PMII dalam membesarkan serta menjaga keberlangsungan NU ke depan semakin kuat, khususnya dalam momentum Muktamar ke-35 NU.

Soroti Masa Depan NU di Era Digital

Salah satu penulis buku, Firman Syah Ali, mengungkapkan bahwa buku tersebut tidak hanya berbicara mengenai perjalanan masa lalu, tetapi juga mencoba membaca kondisi NU saat ini sekaligus memproyeksikan masa depan organisasi.

Menurutnya, salah satu bagian yang ditulisnya membahas posisi NU dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan perubahan pola kehidupan masyarakat yang semakin dipengaruhi oleh data serta algoritma.

Buku ini berisi masa lalu, masa kini dan masa depan NU. Saya kebetulan kebagian menulis tentang masa depan NU di era agama data,” ujar Firman Syah Ali.

Ia menjelaskan, gagasan mengenai era “agama data” salah satunya dipopulerkan oleh Yuval Noah Harari melalui bukunya Homo Deus. Perkembangan teknologi yang sebelumnya diprediksi kini mulai terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Posisi NU bagaimana dalam rimba raya kemajuan digital algoritmik ini? Itu yang saya tulis,” katanya.

Dari Gerakan Menuju Kepemimpinan

Dalam forum tersebut, diskusi juga berkembang pada persoalan transformasi kader dan alumni PMII, terutama mengenai perubahan orientasi dari dunia pergerakan menuju kepemimpinan di berbagai sektor.

Selama ini, kiprah alumni PMII di ruang kepemimpinan dinilai cukup menonjol dalam aspek jaringan dan lobi politik. Namun, ke depan, kapasitas tersebut dinilai perlu diimbangi dengan penguatan struktur keilmuan, kompetensi, serta kepemimpinan yang lebih profesional.

Dalam kegiatan bedah buku tersebut, Prof Asrorun Ni’am Sholeh dan Luluk Nur Hamidah tampil sebagai presenter yang mewakili para penulis.

Sementara itu, Moh Afifuddin, Ketua KPU RI, dan Prof Musahadi, Rektor UIM Walisongo, hadir sebagai pembedah. Diskusi dipandu oleh Ahmad Nawardi, anggota DPD RI, selaku moderator.

Adapun tulisan Prof Asrorun Ni’am Sholeh dalam buku tersebut berjudul “Profesionalisasi Ilmu Keislaman: Mainstreaming Disiplin Keilmuan Keagamaan NU dalam Memberikan Solusi Masalah Kebangsaan.”

Sedangkan Luluk Nur Hamidah mengangkat tulisan berjudul “Ublik dan Oncor: Mbahibu dan Warisan Kepercayaan NU.”

Kegiatan bedah buku ini menjadi salah satu ruang refleksi di tengah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Selain membicarakan perjalanan alumni PMII, forum tersebut juga mendorong lahirnya gagasan mengenai kebutuhan NU untuk memperkuat tradisi keilmuan, kapasitas kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel detakindo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Aksi 27 Agustus, Aktivis Pati Supriyono Klaim Rekening dan WhatsApp Diblokir
Serukan Boikot Bank Mandiri, Mantan Ketua BEM UPI Sumenep Desak Transparansi Rekening Mas Botok
Dari Kampus Pahlawan Santri, Presiden BEM UNIB Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan
Pendidikan di kabupaten Sumenep Jangan Terjebak Rutinitas: Infrastruktur Tertinggal, Anggaran Harus Jemput Bola, Guru Jangan Dikorbankan
Aliansi BEM Madiun Menolak Lupa: Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto
BEMSU Menolak Klaim Palsu: Mahasiswa Tidak Akan Pernah Sepakat Jika Rakyat Tak Jadi Tujuan
BEM Nusantara Instruksikan Demo Nasional, Soroti Polisi Preman Berseragam dan Kekerasan pada Ojol
Cipayung Sumenep Gelar Konsolidasi Tragedi Affan Kurniawan, Tuntut Keadilan dan Reformasi Polri

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:09 WIB

IKA PMII Bedah Buku Kepemimpinan di Muktamar ke-35 NU, Soroti Masa Depan NU di Era Digital

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Jelang Aksi 27 Agustus, Aktivis Pati Supriyono Klaim Rekening dan WhatsApp Diblokir

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Serukan Boikot Bank Mandiri, Mantan Ketua BEM UPI Sumenep Desak Transparansi Rekening Mas Botok

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Dari Kampus Pahlawan Santri, Presiden BEM UNIB Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Pendidikan di kabupaten Sumenep Jangan Terjebak Rutinitas: Infrastruktur Tertinggal, Anggaran Harus Jemput Bola, Guru Jangan Dikorbankan

Berita Terbaru