9 Ulama Raih Suara Tertinggi AHWA Muktamar ke-35 NU, KH Nurul Huda Djazuli Puncaki Perolehan

Avatar

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

For: DetakIndo.com

i

For: DetakIndo.com

JOMBANG | DetakIndo.com – Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang turut diwarnai proses penentuan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Sejumlah ulama memperoleh dukungan suara cukup tinggi dari peserta muktamar.

Berdasarkan data yang ditampilkan dalam infografis NU Online, terdapat sembilan ulama dengan perolehan suara tertinggi dalam proses AHWA Muktamar ke-35 NU.

Perolehan suara tertinggi ditempati KH Nurul Huda Djazuli dengan 486 suara. Posisi kedua ditempati TGK KH Nuruzzahri Yahya yang memperoleh 478 suara.

Selanjutnya, AG Dr KH Baharuddin HS, MA berada di posisi ketiga dengan 392 suara.

Berikut daftar sembilan ulama dengan perolehan suara tertinggi:

  1. KH Nurul Huda Djazuli – 486 suara
  2. TGK KH Nuruzzahri Yahya – 478 suara
  3. AG Dr KH Baharuddin HS, MA – 392 suara
  4. KH Miftachul Akhyar – 351 suara
  5. KH Affuddin Muhajir – 340 suara
  6. KH Anwar Iskandar – 327 suara
  7. Dr KH Abun Bunyamin – 316 suara
  8. KH Anwar Manshur – 304 suara
  9. Prof KH Said Aqil Siroj – 273 suara

Perolehan tersebut menunjukkan besarnya dukungan peserta muktamar terhadap sejumlah ulama yang dinilai memiliki kapasitas keilmuan, pengalaman, serta rekam jejak dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.

AHWA sendiri merupakan salah satu mekanisme dalam tradisi organisasi NU yang melibatkan sejumlah ulama untuk menjalankan fungsi musyawarah dalam menentukan keputusan penting organisasi.

Masuknya nama-nama ulama senior dalam daftar perolehan suara tertinggi juga menjadi bagian menarik dari dinamika Muktamar ke-35 NU. Mereka memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam dalam bidang keagamaan, pendidikan, pesantren, hingga kepemimpinan organisasi.

Muktamar ke-35 NU di Jombang menjadi momentum penting bagi Nahdliyin untuk menentukan arah organisasi ke depan. Selain persoalan kepemimpinan, forum tersebut juga menjadi ruang pembahasan berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, pendidikan, sosial, dan perkembangan NU di tengah perubahan zaman.

Sumber: nuonline

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel detakindo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IKA PMII Bedah Buku Kepemimpinan di Muktamar ke-35 NU, Soroti Masa Depan NU di Era Digital
Jelang Aksi 27 Agustus, Aktivis Pati Supriyono Klaim Rekening dan WhatsApp Diblokir
Serukan Boikot Bank Mandiri, Mantan Ketua BEM UPI Sumenep Desak Transparansi Rekening Mas Botok
Dari Kampus Pahlawan Santri, Presiden BEM UNIB Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan
Pendidikan di kabupaten Sumenep Jangan Terjebak Rutinitas: Infrastruktur Tertinggal, Anggaran Harus Jemput Bola, Guru Jangan Dikorbankan
Aliansi BEM Madiun Menolak Lupa: Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto
BEMSU Menolak Klaim Palsu: Mahasiswa Tidak Akan Pernah Sepakat Jika Rakyat Tak Jadi Tujuan
BEM Nusantara Instruksikan Demo Nasional, Soroti Polisi Preman Berseragam dan Kekerasan pada Ojol

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:35 WIB

9 Ulama Raih Suara Tertinggi AHWA Muktamar ke-35 NU, KH Nurul Huda Djazuli Puncaki Perolehan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Jelang Aksi 27 Agustus, Aktivis Pati Supriyono Klaim Rekening dan WhatsApp Diblokir

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Serukan Boikot Bank Mandiri, Mantan Ketua BEM UPI Sumenep Desak Transparansi Rekening Mas Botok

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Dari Kampus Pahlawan Santri, Presiden BEM UNIB Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Pendidikan di kabupaten Sumenep Jangan Terjebak Rutinitas: Infrastruktur Tertinggal, Anggaran Harus Jemput Bola, Guru Jangan Dikorbankan

Berita Terbaru