Agustus Kelam, Jatim Melawan, BEM SI Kerakyatan Jatim Gelar Aksi Simbolik Soroti Tragedi dan Ketimpangan

Avatar

Selasa, 1 September 2026 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi Aksi simbolik BEM SI Kerakyatan Jawa Timur (For: DetakIndo.com)

i

Dokumentasi Aksi simbolik BEM SI Kerakyatan Jawa Timur (For: DetakIndo.com)

SURABAYA | DetakIndo.com – Sejumlah perguruan tinggi yang tergabung dalam Aliansi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur menggelar aksi simbolik bertajuk “Agustus Kelam, Jatim Melawan” di Surabaya, Senin (31/8/2026).

Aksi tersebut menjadi bagian dari refleksi mahasiswa terhadap perjalanan 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Bagi mahasiswa, momentum kemerdekaan tidak cukup dirayakan melalui seremoni, tetapi juga perlu menjadi kesempatan untuk melihat kembali kondisi masyarakat serta menilai sejauh mana negara hadir memberikan perlindungan dan keadilan.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan keresahan atas berbagai persoalan yang terjadi sepanjang Agustus 2026, mulai dari tragedi kemanusiaan, bencana, persoalan lingkungan, hingga ketimpangan pembangunan di sejumlah daerah.

Aliansi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur menilai cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 harus diwujudkan melalui kehidupan masyarakat yang aman, sejahtera, mendapatkan pendidikan yang layak, serta memperoleh keadilan sosial.

Menurut mahasiswa, usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia semestinya menjadi momentum untuk memperkuat evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih terjadi di tengah masyarakat.

Mengenang Korban Tragedi

Dalam refleksinya, mahasiswa turut mengingat sejumlah korban dalam berbagai peristiwa yang terjadi pada penghujung Agustus 2025 maupun Agustus 2026.

Salah satu yang disebut adalah Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring berusia 21 tahun yang meninggal dalam rangkaian demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025.

Mahasiswa juga menyinggung Rusdamdiansyah atau Dandi, pengemudi ojek daring di Makassar yang disebut meninggal dalam situasi kekerasan di tengah rangkaian kerusuhan.

Setahun berselang, perhatian mahasiswa kembali tertuju pada meninggalnya Bambang Setiyawan, warga Pejompongan yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang cermin dan disebut meninggal ketika terjadi kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus 2026.

Bagi Aliansi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur, setiap korban tidak boleh sekadar menjadi angka dalam catatan peristiwa. Mereka merupakan warga yang memiliki keluarga, pekerjaan, dan kehidupan yang harus dilindungi.

Mahasiswa pun mendorong agar setiap peristiwa yang menimbulkan korban mendapatkan penanganan dan penyelidikan secara objektif serta dapat dipertanggungjawabkan.

Bencana dan Lingkungan Jadi Sorotan

Selain persoalan keselamatan warga, isu kebencanaan turut menjadi bagian dari refleksi mahasiswa.

Dalam press release-nya, Aliansi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur menyoroti bencana gempa yang disebut terjadi di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.

Bencana tersebut, menurut mereka, kembali mengingatkan pentingnya memperkuat sistem mitigasi, kesiapsiagaan, peringatan dini, kualitas infrastruktur, perlindungan kelompok rentan, hingga mekanisme pemulihan bagi masyarakat terdampak.

Mahasiswa berpandangan bahwa tingginya risiko bencana di Indonesia harus diikuti dengan kesiapan yang lebih baik. Penanganan bencana dinilai tidak boleh hanya berfokus pada kondisi setelah peristiwa terjadi, tetapi harus dimulai melalui upaya pencegahan dan mitigasi.

Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian. Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia dinilai bukan sekadar persoalan pemadaman api.

Dampaknya dapat merambah kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas sosial, ekosistem, hingga kehidupan warga di sekitar kawasan terdampak.

Karena itu, mahasiswa mendorong penguatan pencegahan, pengawasan tata kelola lahan, perlindungan ekosistem, serta kebijakan lingkungan yang lebih serius.

Madura Soroti Keadilan Dana Bagi Hasil Migas

Dalam aksi tersebut, persoalan pembangunan di Madura turut diangkat oleh mahasiswa.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi bagi kabupaten-kabupaten di Pulau Madura.

Aliansi menilai persoalan DBH Migas perlu dilihat dalam perspektif keadilan pembangunan. Kekayaan sumber daya alam, menurut mereka, semestinya memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat di daerah penghasil maupun daerah yang terdampak aktivitas sumber daya tersebut.

Pemanfaatan DBH Migas diharapkan mampu mendorong pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, serta membantu mengurangi kesenjangan pembangunan di Madura.

Mahasiswa menegaskan persoalan tersebut tidak berdiri sendiri. Berbagai isu dari daerah lain di Jawa Timur juga akan dihimpun dan dikaji berdasarkan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah.

Tanah Airku hingga Tabur Bunga

Rangkaian aksi diawali dengan menyanyikan lagu “Tanah Airku”. Bagi mahasiswa, lagu tersebut menjadi simbol refleksi tentang Indonesia sebagai tanah air yang bukan hanya dicintai, tetapi juga harus dijaga lingkungan dan masyarakatnya.

Aksi kemudian dilanjutkan dengan doa lintas agama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para korban tragedi serta masyarakat yang terdampak bencana.

Tabur bunga menjadi simbol bahwa setiap korban memiliki keluarga dan kehidupan yang tidak boleh dilupakan begitu saja.

Mahasiswa juga ingin menegaskan bahwa solidaritas kemanusiaan harus mampu melampaui perbedaan latar belakang, wilayah, maupun keyakinan.

Berlanjut ke “September Hitam”

Aliansi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur memastikan gerakan tersebut tidak berhenti pada momentum Agustus.

Setelah aksi simbolik “Agustus Kelam, Jatim Melawan”, mahasiswa berencana melanjutkan proses konsolidasi melalui agenda yang mereka sebut “September Hitam”.

Agenda tersebut diarahkan untuk menghimpun berbagai persoalan dari kampus-kampus di Jawa Timur, memperkuat basis data, memperdalam kajian, serta menyusun pembacaan bersama terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bagi mahasiswa, gerakan tersebut bukan sekadar aksi turun ke jalan. Konsolidasi, kajian dan pengawalan kebijakan dinilai menjadi bagian penting agar berbagai persoalan yang disuarakan dapat terus dikawal hingga menghasilkan perubahan.

Melalui refleksi kemerdekaan, Aliansi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur ingin mengingatkan bahwa 81 tahun Indonesia merdeka harus diikuti dengan semakin kuatnya perlindungan terhadap rakyat, keadilan pembangunan, keselamatan warga, dan keberlanjutan lingkungan.

 

 

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel detakindo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok BBM Kerap Kosong, Antrean Mengular di SPBU Ganding Diduga Imbas Pengiriman Lambat dan Pembelian Pakai Jeriken
Dari Tanam hingga Panen, DKPP Sumenep Kawal Budidaya Tembakau untuk Tingkatkan Hasil Petani
Perkuat Daya Saing UMKM Sumenep, UMSURA Gelar FGD Quadruple Helix Dorong Ekosistem Smart Digital
Penyaluran BBM Subsidi di SPBU Ganding Disorot, Dugaan Penimbunan Ikut Mencuat
Mengenang Tragedi Agustus, Aliansi BEM Madiun Kirim “Seruan Pertiwi” untuk Indonesia
Kecelakaan Dua Motor di Ellak Daya Lenteng, Identitas dan Kondisi Korban Masih Misterius
Lansia Perempuan Ditemukan Tewas Terbakar di Tegalan Sumenep, Polisi Lakukan Olah TKP
KOPRI Jatim Luncurkan Posko Aduan di Muktamar ke-35, Dorong Masyarakat Berani Bersuarakan Keadilan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 08:54 WIB

Stok BBM Kerap Kosong, Antrean Mengular di SPBU Ganding Diduga Imbas Pengiriman Lambat dan Pembelian Pakai Jeriken

Selasa, 1 September 2026 - 19:23 WIB

Dari Tanam hingga Panen, DKPP Sumenep Kawal Budidaya Tembakau untuk Tingkatkan Hasil Petani

Selasa, 1 September 2026 - 18:38 WIB

Agustus Kelam, Jatim Melawan, BEM SI Kerakyatan Jatim Gelar Aksi Simbolik Soroti Tragedi dan Ketimpangan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Perkuat Daya Saing UMKM Sumenep, UMSURA Gelar FGD Quadruple Helix Dorong Ekosistem Smart Digital

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Penyaluran BBM Subsidi di SPBU Ganding Disorot, Dugaan Penimbunan Ikut Mencuat

Berita Terbaru