
SUMENEP | Detakindo.com — Upaya memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat luas terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Salah satunya melalui Festival Kuliner Nusantara yang menghadirkan Mento dan Kaldu Kokot sebagai dua hidangan tradisional unggulan. Dalam penutupan kegiatan, Minggu (11/10/2026), sebanyak 1.000 porsi Mento dibagikan secara gratis kepada warga.
Festival yang berlangsung selama dua hari, sejak Sabtu (10/10/2026), tersebut mengusung tema “Lokal Berkarya, Pangan Berdaya, Sumenep untuk Nusantara”. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian warisan kuliner, tetapi juga wadah untuk mendorong kreativitas pelaku usaha serta membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis pangan lokal.
Beragam peserta turut ambil bagian dalam festival tersebut. Organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan berkompetisi menyajikan Mento, sementara kafe, restoran, hotel, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unjuk kreativitas melalui sajian Kaldu Kokot.
Keterlibatan berbagai unsur itu diharapkan mampu memperluas pengenalan kuliner khas Sumenep sekaligus mendorong inovasi dalam penyajian dan pengembangan produk makanan tradisional.
Kaldu Kokot pun dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh sebagai daya tarik wisata kuliner. Dengan pengelolaan dan promosi yang tepat, hidangan khas tersebut berpeluang menjadi salah satu produk unggulan yang dapat memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menekankan pentingnya menjadikan kegiatan kebudayaan sebagai sarana yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dari sisi ekonomi.
Ia menyampaikan bahwa berbagai produk dan karya yang ditampilkan dalam festival tidak semata-mata memiliki nilai budaya, tetapi juga menyimpan peluang ekonomi apabila dikelola secara optimal.
“Semua yang dipamerkan ini merupakan anugerah dari Allah dan pasti memberikan nilai ekonomis, baik bagi para pelaku, pengunjung, maupun masyarakat Sumenep pada umumnya,” katanya.
Menurutnya, potensi lokal perlu terus didorong agar tidak berhenti sebagai kekayaan tradisi, melainkan dapat berkembang menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat bagi para pelaku kuliner dan masyarakat secara luas.
Penutupan festival ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan partisipasi mereka. Selain itu, pembagian 1.000 porsi Mento gratis menjadi bagian dari upaya mendekatkan kuliner tradisional kepada masyarakat.
Penyelenggaraan Festival Kuliner Nusantara melibatkan empat perangkat daerah, yakni Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar); Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian; Dinas Perikanan; serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DiskopUKMperindag).
Sementara itu, PCPI bersama tim Asmaraloka Organizer bertanggung jawab atas manajemen dan pelaksanaan acara.
Melalui festival ini, kuliner tradisional Sumenep diharapkan semakin dikenal dan mampu bersaing sebagai bagian dari kekayaan gastronomi Nusantara. Lebih dari sekadar perayaan makanan khas, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghubungkan pelestarian budaya, kreativitas usaha, dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.






