
SUMENEP | Detakindo.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadirkan berbagai program pelayanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam kunjungan kerja di kawasan Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menyasar sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, nelayan, hingga warga lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Program yang digelar mencakup khitanan massal, Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, penyaluran zakat produktif bagi pelaku UMKM, serta bantuan sarana pendukung sektor pertanian dan perikanan.
Khofifah mengatakan, rangkaian program tersebut merupakan bagian dari pendekatan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Tiga aspek utama yang menjadi perhatian meliputi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Jadi ini sebetulnya kesehatan, pendidikan, kemudian ekonomi. Human Development Index Approach, pendekatan kita adalah pendekatan Indeks Pembangunan Manusia,” ujarnya.
Di bidang kesehatan, panitia menyiapkan kuota khitanan massal untuk maksimal 200 anak. Jumlah tersebut disesuaikan dengan tingginya antusiasme masyarakat, mengingat peserta yang telah terdaftar mencapai lebih dari 175 anak dan masih berpotensi bertambah.
Selain khitanan massal, warga juga mendapatkan layanan CKG serta pemeriksaan kesehatan mulut dan gigi. Pelaksanaan pelayanan kesehatan ini didukung tenaga medis dari Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair).
Khofifah mengapresiasi partisipasi para dokter yang datang dari sejumlah daerah untuk membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat Sumenep. Menurutnya, keterlibatan tenaga medis tersebut menjadi bentuk kolaborasi yang penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan.
“Terima kasih juga IKA Unair ini, karena kekuatan untuk dokter giginya kuat. Baik yang dari Surabaya, tadi saya lihat dari Sidoarjo dan dari Sumenep,” katanya.
Sementara itu, pada sektor pemberdayaan ekonomi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan zakat produktif kepada pelaku UMKM yang menjalankan usaha di kawasan tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat membantu penerima mempertahankan dan mengembangkan usaha, sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Perhatian pemerintah juga diarahkan kepada sektor pertanian dan perikanan yang menjadi bagian penting dari mata pencaharian masyarakat Sumenep. Dalam kegiatan tersebut, diserahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada gabungan kelompok tani (gapoktan), serta bantuan alat tangkap bagi nelayan.
Khofifah menjelaskan, penyaluran bantuan pemerintah dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan setiap daerah. Skema tersebut memungkinkan jenis bantuan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masyarakat penerima, sehingga dukungan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
“Daerah sesuai dengan kebutuhanlah, kalau berkala nggak butuh gimana. Banyak sekali, saya membagikan hampir semua kabupaten,” tuturnya.
Tidak hanya menyasar sektor kesehatan dan penguatan ekonomi produktif, kegiatan di Pantai Slopeng tersebut juga dilengkapi program perlindungan sosial. Bantuan diberikan kepada penyandang disabilitas berat serta warga lanjut usia berusia di atas 70 tahun melalui program PKH Plus.
Melalui berbagai program tersebut, Pemprov Jatim berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dasar sekaligus memperkuat dukungan bagi kelompok yang membutuhkan. Perpaduan antara pelayanan kesehatan, bantuan usaha, dukungan bagi petani dan nelayan, serta perlindungan sosial diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di Kabupaten Sumenep.







