
JAKARTA | Detakindo.com – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Gudfan Arif, bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara menyalurkan sebanyak 1.008.000 liter air bersih ke berbagai daerah di Indonesia pada 22–28 Oktober 2026.
Gerakan bertajuk bakti untuk negeri tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses air bersih, sekaligus wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam merespons persoalan kemanusiaan dan lingkungan.
Penyaluran air bersih menjangkau sejumlah wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera, Kalimantan, hingga Madura. Total volume distribusi berdasarkan rincian pelaksanaan mencapai 1.008.000 liter air bersih.
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, mengatakan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
“Bukti untuk negeri bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat. Penyaluran air bersih ini merupakan wujud kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga, sekaligus pengingat bahwa persoalan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan perhatian serta kerja bersama yang berkelanjutan,” ujar Achmad.
Menurutnya, kekeringan dan karhutla tidak dapat dipandang sebagai persoalan musiman semata. Diperlukan langkah nyata yang mengintegrasikan penanganan darurat, perlindungan ekosistem, pencegahan kebakaran, serta penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko lingkungan.
Karena itu, bantuan air bersih diharapkan tidak hanya meringankan kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga sumber air dan kelestarian lingkungan.
Jangkau Berbagai Wilayah di Indonesia
Berdasarkan data pelaksanaan, penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap selama tujuh hari, mulai 22 hingga 28 Oktober 2026.
Pada 22 Oktober, distribusi dilakukan di wilayah Tuban–Bojonegoro, Jawa Timur, sebanyak 150.000 liter dan Cilacap–Banyumas, Jawa Tengah, sebanyak 75.000 liter.
Pada 23 Oktober, penyaluran menjangkau Ketapang, Kalimantan Barat, sebanyak 120.000 liter serta Gunungkidul–Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebanyak 350.000 liter.
Selanjutnya, pada 24 Oktober, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke Karawang dan 25.000 liter ke Cianjur, Jawa Barat.
Pada 25 Oktober, distribusi dilakukan di Jepara, Jawa Tengah, sebanyak 16.000 liter serta Jambi sebanyak 38.000 liter.
Penyaluran berlanjut pada 26 Oktober dengan distribusi 150.000 liter di Sumatera Selatan, 28.000 liter di Lampung, serta 15.000 liter di Blora, Jawa Tengah.
Sementara itu, pada 27 Oktober, sebanyak 30.000 liter air bersih disalurkan ke Madura. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada 28 Oktober dengan distribusi 6.000 liter di Kalimantan Tengah.
Berdasarkan seluruh rincian tersebut, total air bersih yang disalurkan mencapai 1.008.000 liter. Capaian ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di berbagai daerah.
Perkuat Kolaborasi PBNU dan Mahasiswa
Achmad menegaskan bahwa sinergi antara PBNU dan mahasiswa perlu terus diperkuat agar pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menjawab persoalan sosial dan lingkungan.
“Sinergi PBNU dan mahasiswa perlu terus diperkuat agar pengabdian tidak berhenti pada bantuan sesaat. Kami ingin semangat gotong royong ini berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang membantu masyarakat menghadapi persoalan air bersih, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana,” tuturnya.
Melalui gerakan bakti untuk negeri ini, BEM PTNU Se-Nusantara berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi bersama PBNU diharapkan dapat memperluas jangkauan pengabdian, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan kelestarian lingkungan.
Gerakan tersebut sekaligus menegaskan bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada ruang akademik, tetapi juga harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan semangat khidmah dan gotong royong, BEM PTNU Se-Nusantara bersama PBNU berupaya menjadikan pengabdian sebagai gerakan berkelanjutan demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.







