
SUMENEP | Detakindo.com – Niat mengusir nyamuk dengan membakar rumput kering justru berujung petaka. Kebakaran melanda rumah milik Sunaidi di Dusun Pordapor Timur, Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, dua bangunan dapur dan satu kandang sapi hangus dilalap api. Bahkan, satu ekor sapi milik korban turut menjadi korban keganasan si jago merah. Total kerugian materiil akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp100 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sempat mengundang perhatian warga tersebut.
Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran tumpukan rumput kering yang dilakukan untuk mengusir nyamuk. Namun, api diduga membesar di luar kendali hingga menjalar ke bangunan dapur dan kandang sapi milik korban.
Kabar kebakaran pertama kali diterima perangkat Desa Pordapor, Laili, dari laporan warga. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Polsek Guluk-Guluk dan Koramil Guluk-Guluk agar segera dilakukan penanganan.
Mendapat laporan itu, personel Polsek Guluk-Guluk langsung berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumenep dan bergerak menuju lokasi kejadian.
Sembari menunggu kedatangan petugas, sekitar 100 warga setempat bahu-membahu memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas dan menyambar bangunan lain.
Tak berselang lama, empat unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Sumenep tiba di lokasi. Petugas bersama personel TNI-Polri dan masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman.
Berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lainnya.
Dalam penanganan tersebut, Polsek Guluk-Guluk menerjunkan Aipda Sugeng Paryanto dan Aipda M. Mudakkir, S.H. Sementara dari unsur TNI, Sertu Imron hadir bersama lima personel Koramil Guluk-Guluk.
Kapolsek Guluk-Guluk, Iptu Arief Wardoyo, S.H., M.H., M.A.P., menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan saksi dan korban, membantu evakuasi, hingga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan pembakaran sampah maupun rumput kering, terlebih jika berada di dekat rumah, dapur, kandang ternak, atau bangunan yang mudah terbakar.
Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa aktivitas pembakaran yang terlihat sederhana dapat berujung pada kerugian besar apabila tidak diawasi secara ketat.
Di tengah musibah tersebut, kepedulian sekitar 100 warga yang turun langsung membantu pemadaman menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong masyarakat Pordapor dalam menghadapi keadaan darurat.
Selama proses penanganan berlangsung, situasi dilaporkan aman, lancar, dan kondusif.







