
JAKARTA, DetakIndonesia.com — Ada yang menarik dari 26 nama yang kini mengisi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Di antara deretan tersebut terdapat sejumlah tokoh yang dikenal luas melalui kiprahnya di bidang keagamaan, kebangsaan dan kemasyarakatan. Nama-nama itu antara lain KH Yahya Cholil Staquf, KH Said Aqiel Siradj, KH Anwar Iskandar, Sinta Nuriyah Wahid, Jusuf Hamka, serta Muhammad Quraish Shihab. Keenamnya tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Wantimpres.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari komposisi Wantimpres yang berasal dari berbagai latar belakang. Di dalamnya terdapat tokoh organisasi keagamaan, akademisi, pengusaha, mantan pejabat negara hingga pengamat.
Lalu, siapa saja enam nama tersebut?
Pertama, KH Yahya Cholil Staquf.
Nama Yahya Cholil Staquf tidak bisa dilepaskan dari perjalanan Nahdlatul Ulama dalam beberapa tahun terakhir. Mantan Ketua Umum PBNU tersebut kini mendapat amanah sebagai anggota Wantimpres setelah sebelumnya aktif dalam kepemimpinan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
Kedua, KH Said Aqiel Siradj.
Mantan Ketua Umum PBNU ini kembali berada dalam panggung nasional melalui posisi barunya sebagai anggota Wantimpres. Pengalamannya dalam organisasi, pendidikan dan pemikiran Islam menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di ruang publik.
Ketiga, KH Anwar Iskandar.
Ulama senior yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini turut dipercaya menjadi anggota Wantimpres. Kehadirannya memperkuat unsur tokoh keagamaan dalam lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Keempat, Sinta Nuriyah Wahid.
Nama Sinta Nuriyah Wahid membawa sejarah tersendiri. Ia merupakan istri mendiang Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dalam susunan 26 anggota Wantimpres yang dilantik tersebut, Sinta tercatat sebagai satu-satunya perempuan.
Kelima, Jusuf Hamka.
Jusuf Hamka atau yang dikenal dengan sapaan Babah Alun juga masuk dalam jajaran Wantimpres. Berasal dari dunia usaha, namanya telah lama dikenal publik dan memiliki keterkaitan dengan lingkungan NU.
Keenam, Muhammad Quraish Shihab.
Nama ini tentu tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Muhammad Quraish Shihab dikenal sebagai ulama dan cendekiawan Muslim, khususnya melalui pemikiran dan karya-karyanya dalam bidang tafsir Al-Qur’an. Kini, ia kembali mendapat amanah di tingkat kenegaraan setelah ditetapkan sebagai anggota Wantimpres.
Enam nama tersebut memiliki latar dan perjalanan yang berbeda. Lima di antaranya memiliki keterkaitan dengan lingkungan NU, sementara Quraish Shihab hadir sebagai ulama dan cendekiawan Muslim dengan rekam jejak keilmuan yang luas.
Masuknya nama-nama tersebut membuat susunan Wantimpres kali ini memiliki warna tersendiri. Bukan hanya karena siapa yang duduk di dalamnya, tetapi juga karena beragam pengalaman yang dibawa masing-masing tokoh ke lembaga pertimbangan Presiden.
Kini, keenam tokoh tersebut berada dalam satu ruang yang sama: memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan.
Dan menarik untuk melihat bagaimana pengalaman panjang mereka di dunia keagamaan, organisasi, intelektual, sosial, hingga usaha akan mewarnai pertimbangan-pertimbangan yang diberikan kepada Presiden ke depan.







