Detakindo.com

Mendetak Fakta, Menyuarakan Bangsa

Iklan 160x600

Lulus Tanpa Skripsi, IPK 3,92! Mantan Ketua PAC IPNU Ganding Raih Wisudawan Terbaik UA

SUMENEP | Detakindo.com — Prestasi membanggakan ditorehkan Misbakhul Munir, S.H., mantan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.

Misbakhul Munir meraih predikat Wisudawan Terbaik Hukum Ekonomi Syariah UA dengan IPK 3,92.

SUMENEP | Detakindo.com — Prestasi membanggakan ditorehkan Misbakhul Munir, S.H., mantan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep. Di tengah kesibukannya berorganisasi, ia berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Universitas Annuqayah (UA), Guluk-Guluk, Sumenep, dalam Wisuda ke-XXVIII, Selasa (27/10/2026).

Misbakhul menyelesaikan pendidikan sarjananya melalui jalur publikasi artikel ilmiah tanpa menyusun skripsi. Ia berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa aktivitas organisasi tidak harus menjadi penghalang untuk meraih prestasi akademik.

Keberhasilan tersebut juga ditopang oleh karya ilmiahnya berjudul “Praktik Mark Up Harga oleh Kurir J&T Express Drop Point Batuan pada Sistem Pembayaran Cash on Delivery dalam Jual Beli Online Perspektif Hukum Ekonomi Syari’ah.” Artikel itu diterbitkan dalam Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, Volume 13 Nomor 2 Tahun 2026, halaman 474–482, dengan DOI 10.31604/jips.v13i2.2026.474-482.

Dalam penelitiannya, Misbakhul mengkaji praktik penambahan harga dalam transaksi cash on delivery (COD) serta menelaah kesesuaiannya dengan prinsip hukum ekonomi syariah. Melalui pendekatan yuridis-empiris dan metode kualitatif, penelitian tersebut menyoroti pentingnya transparansi, kejujuran, keadilan, dan amanah dalam transaksi jual beli daring.

Capaian ini terasa semakin bermakna karena Misbakhul tidak hanya berfokus pada dunia akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan organisasi dan pengaderan pelajar. Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua PAC IPNU Kecamatan Ganding. Saat ini, ia aktif sebagai Wakil Ketua II PC IPNU Kabupaten Sumenep dan Sekretaris PIK-R Kecamatan Ganding.

Bagi Misbakhul, organisasi bukanlah penghambat pendidikan, melainkan ruang pembelajaran untuk membentuk kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola waktu. Pengalaman berorganisasi justru menjadi bekal untuk mengembangkan kapasitas diri, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat.

“Pencapaian ini bukan semata-mata karena keberuntungan. Ada perjuangan, doa kedua orang tua, bimbingan para guru dan kiai, serta dukungan banyak pihak yang mengantarkan saya sampai pada titik ini. Saya juga belajar bahwa organisasi dan akademik tidak harus dipertentangkan. Keduanya bisa berjalan beriringan selama kita mampu menjaga komitmen dan tanggung jawab,” ungkap Misbakhul.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi kader pelajar Nahdlatul Ulama (NU), khususnya di Kecamatan Ganding dan Kabupaten Sumenep, agar tidak berhenti mengembangkan diri melalui pendidikan, pengaderan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kader pelajar harus berani memiliki cita-cita tinggi, bersungguh-sungguh dalam belajar, serta mampu menjadikan pengalaman organisasi sebagai modal untuk menghadapi tantangan masa depan.

Predikat wisudawan terbaik yang diraihnya menjadi bukti bahwa kesibukan berorganisasi dan tanggung jawab akademik dapat berjalan beriringan. Keduanya bahkan dapat saling menguatkan apabila dijalani dengan komitmen, kedisiplinan, dan manajemen waktu yang baik.

Perjalanan Misbakhul Munir, dari pengaderan pelajar di Ganding hingga meraih predikat wisudawan terbaik di Universitas Annuqayah, menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak aktivitas yang dijalani, tetapi juga oleh kesungguhan dalam menjalankan setiap tanggung jawab.

Capaian tersebut sekaligus menegaskan bahwa kaderisasi, pendidikan, dan pengabdian bukanlah tiga hal yang harus dipilih salah satunya. Ketiganya dapat menjadi jalan bersama untuk melahirkan generasi muda yang berilmu, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan 160x600

Detakindo.com

Mendetak Fakta, Menyuarakan Bangsa