SUMENEP | Detakindo.com — Kreativitas mahasiswa Universitas Annuqayah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Lathifah Khirah Al-Affat, mahasiswa semester 3A Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), berhasil meraih Juara 2 Lomba Video Pembelajaran Interaktif Tingkat Nasional.
Penghargaan tersebut diraih dalam rangkaian Gebyar PIAUD Tahunan (GEMPITA) yang digelar Program Studi PIAUD Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi pada Selasa, 22 September 2026.
Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan kreatif melalui media pembelajaran digital. Peserta ditantang menghadirkan materi pembelajaran yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan relevan dengan kebutuhan anak usia dini.
Ketua Program Studi PIAUD Universitas Annuqayah, Ainul Hasanah, M.Si, mengapresiasi capaian yang diraih Lathifah. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa PIAUD UA memiliki kemampuan untuk mengembangkan media pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
“Keberhasilan Lathifah Khirah Al-Affat menjadi Juara 2 tingkat nasional menunjukkan kemampuan mahasiswa PIAUD UA dalam menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis media digital,” ujarnya.
Ainul menilai kemampuan mengemas pembelajaran secara kreatif merupakan salah satu kompetensi yang penting bagi calon pendidik anak usia dini. Perkembangan teknologi, kata dia, menuntut calon guru memiliki kemampuan untuk beradaptasi sekaligus menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik.
“Capaian ini juga menjadi kebanggaan bagi Program Studi PIAUD FTK Universitas Annuqayah. Prestasi mahasiswa di tingkat nasional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan akademik maupun nonakademik,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan pencapaian tersebut sejalan dengan upaya PIAUD Universitas Annuqayah dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi secara menyeluruh. Mahasiswa tidak hanya diarahkan memahami konsep dan teori pendidikan anak usia dini, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi karya yang aplikatif.
Menurut Ainul, karya-karya mahasiswa yang lahir dari proses pembelajaran juga menjadi bagian dari penguatan budaya akademik di lingkungan kampus. Ajang kompetisi nasional, lanjutnya, dapat menjadi sarana untuk menguji sekaligus memperluas kemampuan mahasiswa di luar ruang perkuliahan.
“Dengan diraihnya Juara 2 Lomba Video Pembelajaran Interaktif tingkat nasional ini, Lathifah Khirah Al-Affat turut membawa nama Universitas Annuqayah dan PIAUD FTK UA ke tingkat nasional serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berprestasi,” pungkasnya.













Komentar