Detakindo.com

Mendetak Fakta, Menyuarakan Bangsa

Iklan 160x600

Prabowo Perkuat Militer dan Swasembada, Abdullah Amas Singgung Peluang Indonesia Jadi Pusat Perbendaharaan Dunia

SUMENEP | Detakindo.com – Langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pertahanan nasional sekaligus mendorong kemandirian pangan dan energi mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya

SUMENEP | Detakindo.com – Langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pertahanan nasional sekaligus mendorong kemandirian pangan dan energi mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Abdullah Amas, Pendiri Gerakan Haluan Pemuda Islam (GHPI) dan Majelis Madura Asli–Aliansi Pemuda Nasional (MADAS-APN).

Dalam tulisannya yang berjudul “Kesiap-Siagaan Prabowo Atasi Tantangan Global Akibat WW III dan Arah Menuju Indonesia Pusat Perbendaharaan Dunia”, Abdullah Amas menilai berbagai kebijakan strategis pemerintahan Prabowo menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi dinamika dan ketidakpastian global.

Menurutnya, penguatan sektor pertahanan, pangan, dan energi merupakan langkah strategis yang dapat menjadi modal penting bagi Indonesia apabila dunia menghadapi krisis besar, termasuk kemungkinan eskalasi konflik global atau Perang Dunia III.

Penguatan Pertahanan dan Kemandirian Nasional

Abdullah menyoroti langkah pemerintah dalam memperkuat kekuatan militer melalui pengadaan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista), mulai dari jet tempur modern hingga kapal perang.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong program swasembada pangan dan energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.

Menurut Abdullah, upaya memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi berbagai komoditas strategis harus berjalan beriringan dengan pembangunan sektor energi, termasuk pengembangan kilang minyak, etanol, dan bahan bakar alternatif.

Ia juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki jaringan pelaksanaan hingga berbagai daerah. Dalam perspektif kesiapsiagaan nasional, infrastruktur tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu penopang distribusi makanan apabila Indonesia menghadapi situasi darurat.

Indonesia dan Gambaran Mesir pada Zaman Nabi Yusuf AS

Lebih jauh, Abdullah Amas menghubungkan arah kebijakan ketahanan nasional Indonesia dengan kisah Nabi Yusuf AS ketika Mesir menghadapi ancaman paceklik.

Dalam kisah tersebut, Nabi Yusuf AS mempersiapkan cadangan pangan selama masa subur untuk menghadapi tujuh tahun masa sulit. Strategi penyimpanan dan pengelolaan pangan itu kemudian menjadikan Mesir memiliki persediaan ketika wilayah lain mengalami krisis.

Abdullah mempertanyakan apakah Indonesia berpeluang mengambil peran serupa di tengah ketidakpastian global.

Ia membayangkan Indonesia dapat menjadi salah satu pusat kekuatan pangan dan sumber daya strategis dunia apabila mampu membangun ketahanan nasional secara berkelanjutan.

“Apakah Indonesia nantinya bisa seperti Mesir pada zaman Nabi Yusuf AS, ketika negara-negara di sekitarnya mengalami krisis pangan, sementara Mesir telah mempersiapkan cadangan pangan?” demikian salah satu gagasan yang disampaikan dalam tulisannya.

Mengaitkan Kebijakan Prabowo dengan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Selain melihatnya dari perspektif geopolitik, Abdullah Amas juga menyinggung fenomena Al-Mubasyirat atau mimpi-mimpi Muhammad Qasim yang selama ini diperbincangkan sebagian masyarakat.

Ia mempertanyakan kemungkinan adanya keterkaitan antara gambaran dalam mimpi Muhammad Qasim mengenai peristiwa masa depan dengan arah kebijakan strategis yang kini ditempuh Indonesia.

Beberapa hal yang menjadi sorotannya antara lain penguatan pertahanan, kemandirian pangan dan energi, serta dinamika hubungan antarnegara di kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah.

Abdullah juga menyinggung narasi mengenai terbentuknya tiga kekuatan atau benteng Islam, yang dalam penafsirannya dikaitkan dengan hubungan Turki, Pakistan, dan Arab Saudi.

Selain itu, ia menyoroti gambaran hubungan India dan Israel yang disebut dalam narasi tersebut.

Meski demikian, keterkaitan antara kebijakan Presiden Prabowo dan mimpi Muhammad Qasim merupakan pandangan serta penafsiran Abdullah Amas. Hingga kini, tidak terdapat konfirmasi resmi bahwa Presiden Prabowo menjadikan narasi tersebut sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pemerintahan.

Kesiapsiagaan Menjadi Kunci Menghadapi Ketidakpastian Global

Bagi Abdullah Amas, terlepas dari berbagai penafsiran spiritual yang berkembang, kesiapan Indonesia dalam menghadapi perubahan situasi dunia merupakan hal yang tidak bisa diabaikan.

Penguatan pertahanan, kemandirian pangan, ketersediaan energi, serta pembangunan sistem distribusi kebutuhan pokok dinilai menjadi fondasi penting bagi ketahanan sebuah negara.

Ia berharap Indonesia tidak hanya mampu bertahan ketika krisis global terjadi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk membantu negara-negara lain yang mengalami kesulitan.

Jika seluruh potensi tersebut dikelola dengan baik, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk mengambil posisi strategis dalam tatanan dunia, termasuk menjadi salah satu pusat ketahanan pangan dan sumber daya global.

Pada akhirnya, kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan konflik dunia bukan semata-mata persoalan kekuatan militer. Kekuatan ekonomi, kemandirian energi, ketahanan pangan, dan persatuan nasional juga menjadi faktor penentu.

Sebagaimana disampaikan Abdullah Amas dalam penutup tulisannya, seluruh kemungkinan mengenai masa depan tetap berada dalam pengetahuan Allah SWT.

Wallahu a’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan 160x600

Detakindo.com

Mendetak Fakta, Menyuarakan Bangsa