SUMENEP | Detakindo.com — Kepemimpinan pemuda tidak cukup dibangun melalui teori di ruang kelas. Pengalaman berorganisasi, kemampuan berkolaborasi, serta keberanian menghadirkan perubahan menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin masa depan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Kepemimpinan Pemuda dan Perubahan Iklim” yang digelar Universitas Annuqayah (UA), Ahad, 27 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Suparto, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebagai pemateri.
Seminar tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diperuntukkan bagi organisasi UKM Putri UA. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan pengelolaan organisasi mahasiswa agar mampu berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata.
Dalam pemaparannya, Dr. Suparto membedakan pengalaman belajar mahasiswa di dalam kelas dengan proses pembelajaran yang berlangsung melalui organisasi.
Menurutnya, ruang akademik lebih banyak mengasah kemampuan intelektual, sementara organisasi memberikan pengalaman yang lebih luas dalam membangun kemampuan emosional dan sosial.
“Sebagai mahasiswa, di kelas kita dilatih intelektual, sedangkan di organisasi kita dilatih emosional,” ungkap Dr. Suparto.
Ia menilai organisasi mahasiswa tidak seharusnya hanya menjadi tempat menjalankan rutinitas kepengurusan. Lebih dari itu, organisasi merupakan ruang untuk melatih keberanian mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, membangun relasi, sekaligus menciptakan inovasi.
Karena itu, keberhasilan seorang pemimpin dalam organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan yang diemban. Ukuran lainnya adalah sejauh mana kepemimpinan tersebut mampu meninggalkan perubahan dan memberikan kontribusi selama masa kepengurusan.
Dr. Suparto juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Menurutnya, kemampuan tersebut perlu berjalan beriringan dengan komunikasi dan kolaborasi, terutama ketika mahasiswa dihadapkan pada persoalan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Sementara itu, Dr. Rosidi Bahri yang bertindak sebagai moderator menyoroti pentingnya lingkungan yang mendukung dalam membangun masa depan. Menurutnya, generasi muda memiliki ruang sekaligus kesempatan untuk mengambil peran dalam menentukan arah perubahan.
“Lingkungan yang baik untuk masa depan yang baik. Untuk menciptakan masa depan yang baik, kita sebagai generasi muda mempunyai kesempatan untuk memimpinnya,” tutur Rosidi.
Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Annuqayah tersebut juga mengingatkan para pengurus UKM Putri UA agar menjaga konsistensi selama menjalankan amanah organisasi.
Menurutnya, energi organisasi seharusnya tidak berhenti setelah euforia awal kepengurusan. Semangat tersebut harus terus dirawat hingga masa jabatan berakhir.
“Selalu meriah dari awal periode sampai akhir periode. Bukan meriah di awal, senyap di tengah, lalu meriah di belakang,” ujarnya.
Melalui seminar tersebut, UA mendorong organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi ruang berkegiatan, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kepemimpinan yang adaptif, komunikatif, kolaboratif, dan mampu merespons perubahan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi mahasiswa yang tidak hanya memahami persoalan di lingkungan sekitarnya, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam menciptakan perubahan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta peran organisasi sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan diri,” pungkas Rosidi.













Komentar