Dugaan Limbah Tambak Udang Disorot, GPN Jatim Desak DLH Sumenep Buka Data dan Turun ke Lapangan

Avatar

Rabu, 23 September 2026 - 19:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GPN Jawa Timur dalam audiensi bersama DLH Sumenep, Rabu 23/9/2026 (Detakindo.com).

GPN Jawa Timur dalam audiensi bersama DLH Sumenep, Rabu 23/9/2026 (Detakindo.com).

SUMENEP, Detakindo.com — Dugaan pembuangan limbah tambak udang ke kawasan pesisir Sumenep mendapat sorotan serius dari Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Jawa Timur. Organisasi tersebut mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep tidak sekadar menerima laporan, tetapi segera melakukan pemeriksaan lapangan dan membuka hasilnya kepada publik.

Desakan itu disampaikan Koordinator GPN Jawa Timur, Syafiqurrahman, dalam audiensi bersama DLH Sumenep, Rabu (23/9/2026).

Menurut Syafiqurrahman, dugaan pencemaran lingkungan harus dibuktikan dengan data, bukan berhenti pada pernyataan administratif. Karena itu, DLH diminta mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium terhadap air buangan serta air laut di sekitar lokasi yang diduga terdampak.

Kalau memang tidak ada persoalan, mari buktikan dengan data. Kalau ditemukan pelanggaran, pemerintah harus bertindak sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat hanya mendapat jawaban normatif,” tegasnya.

GPN meminta pemeriksaan dilakukan di sejumlah wilayah, yakni Batu Putih, Batang-Batang, dan Ambunten. Selain kualitas air, DLH juga didesak memeriksa persetujuan lingkungan dan kewajiban pengelolaan limbah dari usaha tambak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.

Tak berhenti di pemeriksaan, GPN meminta hasil pengujian dan pemeriksaan disampaikan secara transparan kepada masyarakat. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah diminta melakukan penegakan hukum sekaligus memastikan adanya pemulihan lingkungan.

Syafiqurrahman menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan investasi maupun keberadaan tambak udang. Namun, aktivitas ekonomi tidak boleh berjalan dengan mengorbankan kawasan pesisir dan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari laut.

Tambak boleh tumbuh, investasi boleh berkembang, tetapi laut tidak boleh dikorbankan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf, AP., M.Si., menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi GPN. Namun, ia menyebut terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan koordinasi dengan dinas atau OPD terkait.

GPN Jawa Timur menyatakan akan terus mengawal tindak lanjut tersebut. Bagi mereka, hasil audiensi tidak boleh berhenti sebagai catatan, tetapi harus berujung pada pemeriksaan nyata, data yang terbuka, dan tindakan apabila ditemukan pelanggaran.

Berita Terkait

Mahasiswa UA Raih Juara Influencer Duta GenRe Sumenep 2026, Bawa Pesan Positif untuk Generasi Muda
UINSA Memanas, Mahasiswa Segel Gerbang dan Desak Evaluasi Kepemimpinan Rektor
Kayu Bertuliskan “Kementerian Kehutanan” dan PT Indah Lestari Muncul di Pantai Dungkek Sumenep
AEB Resmi Dikukuhkan, Konsolidasi Mahasiswa Bondowoso Masuki Babak Baru
Masuk Desil 8, Warga Tinggal di Rumah Tak Layak; Anggota DPRD Sumenep Dr. H. M. Asy’ari Muthhar Turun Lapangan
Penerima RTLH 2026 Masih Menunggu Kepastian, DPRD Sumenep Minta Pemerintah Jelaskan Kendala
Sumenep-Blitar Perkuat Kolaborasi, Dorong Pembangunan dan Pelayanan Publik
GMS Geruduk Inspektorat Sumenep, Soroti Pengawasan APBD, BUMD hingga Persoalan Lahan Dungkek

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:49 WIB

Dugaan Limbah Tambak Udang Disorot, GPN Jatim Desak DLH Sumenep Buka Data dan Turun ke Lapangan

Rabu, 23 September 2026 - 06:37 WIB

Mahasiswa UA Raih Juara Influencer Duta GenRe Sumenep 2026, Bawa Pesan Positif untuk Generasi Muda

Selasa, 22 September 2026 - 18:56 WIB

UINSA Memanas, Mahasiswa Segel Gerbang dan Desak Evaluasi Kepemimpinan Rektor

Senin, 21 September 2026 - 11:10 WIB

AEB Resmi Dikukuhkan, Konsolidasi Mahasiswa Bondowoso Masuki Babak Baru

Minggu, 20 September 2026 - 19:45 WIB

Masuk Desil 8, Warga Tinggal di Rumah Tak Layak; Anggota DPRD Sumenep Dr. H. M. Asy’ari Muthhar Turun Lapangan

Berita Terbaru

Suasana Festival Tani di Lapangan Duwa’ Labuh, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, tampak semarak pada Senin malam (21/9/2026).

Budaya & Wisata

Festival Tani Ganding 2026 Bergulir, Pertanian dan UMKM Jadi Sorotan

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:32 WIB