Puluhan Sepeda Motor Warga Terbakar di Area Parkir Tembayangan Kangean

Avatar

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(For: DetakIndo)

i

(For: DetakIndo)

SUMENEP | DetakIndo.com — Puluhan sepeda motor milik warga dilaporkan terbakar di area parkir yang berada di Desa Tembayangan, Kecamatan Kangayan, Kepulauan Kangean, Kamis (20/8/2026). Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran yang menghanguskan kendaraan warga tersebut.

Tempat kejadian merupakan lokasi parkir yang selama ini dimanfaatkan masyarakat dari sejumlah desa karena menjadi titik yang relatif mudah untuk meninggalkan kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Kondisi geografis menjadi salah satu alasan warga menggunakan lokasi tersebut. Kawasan parkir berada di dataran tinggi, sementara akses jalan menuju permukiman masih terbatas dan sulit dilalui kendaraan roda dua.

Warga Tembayangan, Nur Aida, mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan untuk membawa kendaraan hingga ke rumah.

“Kalau mau dibawa ke rumah tidak bisa, harus digotong, karena tidak ada akses jalan,” ujar Nur Aida.

Ia menjelaskan, sebagian warga yang jarang bepergian memilih membawa sepeda motor dengan cara digotong menuju rumah. Cara tersebut terpaksa dilakukan meski harus melalui jalur yang lebih jauh.

Sementara bagi warga yang memiliki aktivitas lebih sering di luar desa, memarkir kendaraan di kawasan tersebut dinilai lebih praktis.

“Bagi warga yang lebih sering beraktivitas ke kota, seperti sepekan sekali, motor lebih praktis diparkir di atas bukit tempat kebakaran terjadi,” paparnya.

Warga lainnya, Rahman, menyebut area parkir tersebut tidak hanya digunakan masyarakat Tembayangan. Warga Desa Cangkramaan juga memanfaatkan lokasi yang sama untuk memarkir kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan.

Menurut Rahman, kondisi akses jalan menuju kedua wilayah tersebut menjadi persoalan yang sudah berlangsung cukup lama. Jalan utama mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat menjadi pilihan utama warga untuk membawa kendaraan.

“Mayoritas motor yang terbakar itu milik warga Tembayangan dan Cangkramaan,” kata Rahman.

Kebakaran diketahui warga secara tiba-tiba. Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai sumber api maupun penyebab awal kendaraan dan kawasan parkir tersebut terbakar.

Salah satu dugaan sementara yang muncul di tengah warga adalah adanya puntung rokok yang dibuang sembarangan. Dugaan itu dikaitkan dengan kondisi musim kemarau yang membuat rerumputan dan lahan di sekitar lokasi menjadi kering serta lebih mudah terbakar.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan penyelidikan dari pihak yang berwenang.

Kejadian ini juga kembali memperlihatkan persoalan keterbatasan infrastruktur di wilayah Kepulauan Kangean. Lokasi parkir berada di kawasan perbukitan yang jauh dari permukiman, sehingga proses penyelamatan kendaraan maupun penanganan api menjadi sulit dilakukan dengan cepat.

Hampir seluruh kendaraan yang berada di lokasi tidak berhasil diselamatkan. Beberapa sepeda motor lainnya masih sempat diamankan warga sebelum api meluas.

Kerugian akibat kejadian tersebut cukup besar karena kendaraan yang terbakar merupakan milik masyarakat yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Rahman yang juga merupakan aktivis mahasiswa dan mantan Presiden Mahasiswa Universitas Wiraraja meminta aparat berwenang melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Ia menilai, penyelidikan penting dilakukan mengingat jumlah kendaraan yang terdampak cukup banyak dan kerugian dialami oleh masyarakat.

“Jika memang nantinya ditemukan faktor kesengajaan perlu ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Selain persoalan penyebab kebakaran, Rahman juga menyoroti belum tersedianya fasilitas maupun unit pemadam kebakaran di kawasan tersebut. Kondisi itu dinilai membuat masyarakat semakin kesulitan ketika terjadi kebakaran di wilayah yang aksesnya terbatas.

“Terlebih di kawasan tersebut belum tersedia fasilitas maupun unit pemadam kebakaran,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib terkait penyebab kebakaran maupun jumlah pasti kendaraan yang terdampak.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel detakindo.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kampus Pahlawan Santri, Presiden BEM UNIB Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan
Harapan Akar Rumput terhadap Representasi Substantif Tokoh Perempuan Ahwa di Muktamar NU
Penjualan Perdana Tembakau Prancak-95 Sumenep, Diberangkatkan ke Mitra PT Djarum
Silaturahim Pimpinan Bersama Wali Murid Kelas X MA Raudlah Najiyah
Pendidikan di kabupaten Sumenep Jangan Terjebak Rutinitas: Infrastruktur Tertinggal, Anggaran Harus Jemput Bola, Guru Jangan Dikorbankan
Dugaan Ketidakjelasan Anggaran Bawaslu Jadi Sorotan, Firdaus Akan Audiensi
Soroti Dana Pilkada, Aktivis Ajukan Permohonan Transparansi Anggaran ke Bawaslu Sumenep
BEM Nusantara Jatim Dikukuhkan, Mahasiswa Siap Perkuat Suara dan Gerakan Sosial

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Dari Kampus Pahlawan Santri, Presiden BEM UNIB Desak RUU Perampasan Aset Segera Disahkan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:53 WIB

Harapan Akar Rumput terhadap Representasi Substantif Tokoh Perempuan Ahwa di Muktamar NU

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Puluhan Sepeda Motor Warga Terbakar di Area Parkir Tembayangan Kangean

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Penjualan Perdana Tembakau Prancak-95 Sumenep, Diberangkatkan ke Mitra PT Djarum

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Silaturahim Pimpinan Bersama Wali Murid Kelas X MA Raudlah Najiyah

Berita Terbaru