UINSA Memanas, Mahasiswa Segel Gerbang dan Desak Evaluasi Kepemimpinan Rektor

Avatar

Selasa, 22 September 2026 - 18:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali memanas Senin (21/9/2026) (Detakindo.com).

Aksi mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali memanas Senin (21/9/2026) (Detakindo.com).

SURABAYA, Detakindo.com — Gelombang aksi mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali memanas. Mahasiswa menyegel gerbang kampus dan mendirikan posko perjuangan sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Rektor UINSA, Prof. Akh. Muzakki.

Aksi tersebut berlangsung pada Senin (21/9/2026). Sejumlah mahasiswa menyatakan akan terus mengawal gerakan hingga tuntutan mereka mendapatkan respons. Sejumlah media melaporkan mahasiswa juga mendirikan tenda posko di depan Gedung Rektorat dan menyatakan akan bertahan di lokasi.

Presiden Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya 2025 sekaligus Korwil BEM Nusantara Surabaya Raya, Alwan Naufal Bariq, menyatakan dukungan terhadap gerakan mahasiswa yang menurutnya merupakan bagian dari perjuangan moral untuk menjaga masa depan institusi.

Menurut Alwan, aksi tersebut bukan semata-mata persoalan pergantian figur pimpinan, melainkan berkaitan dengan kepercayaan sivitas akademika terhadap tata kelola dan arah masa depan UINSA.

Saya selaku representasi suara mahasiswa menyampaikan sikap tegas dan komitmen penuh terhadap gerakan moral ini. Solidaritas tanpa batas kami berikan untuk gerakan keadilan,” ujar Alwan.

Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen mahasiswa, lembaga kemahasiswaan, serta sivitas akademika yang terus menyuarakan aspirasi.

Alwan menilai kegaduhan terkait tata kelola birokrasi kampus dan sejumlah persoalan yang dipersoalkan mahasiswa telah memunculkan pertanyaan serius di lingkungan kampus.

Ia menegaskan, berbagai persoalan tersebut perlu dijawab melalui mekanisme yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan agar tidak semakin memperlebar jarak kepercayaan antara pimpinan dan sivitas akademika.

Desak Kemenag Turun Tangan

Alwan juga meminta pihak berwenang, termasuk Komisi VIII DPR RI, untuk menjalankan fungsi pengawasan dan mendorong Kementerian Agama segera merespons polemik yang terjadi di UINSA.

Komisi VIII memang memiliki ruang lingkup pengawasan di bidang agama dan pendidikan keagamaan. Dalam sejumlah agenda sebelumnya, Komisi VIII DPR RI juga membahas tata kelola dan dinamika pendidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri bersama Kementerian Agama dan forum rektor PTKIN.

Kami meminta pihak berwenang, utamanya DPR RI Komisi VIII, untuk segera memanggil Kementerian Agama dan mendorong penyelesaian polemik yang ada di UIN Sunan Ampel Surabaya,” tegasnya.

Menurut Alwan, penyelesaian persoalan UINSA tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut. Ia menyebut fokus utama gerakan mahasiswa adalah memastikan keberlangsungan dan masa depan institusi.

Kisruh ini jangan sampai berkepanjangan. Ini bukan soal rektornya siapa, tetapi soal kebutuhan untuk menyelamatkan UIN Sunan Ampel Surabaya,” katanya.

“Bukan Sekadar Soal Rektor”

Alwan menegaskan, aksi penyegelan dan pendirian posko perjuangan yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk tekanan agar aspirasi mereka mendapatkan perhatian serius.

Namun, ia mengajak seluruh mahasiswa tetap menjaga soliditas dan mengawal gerakan secara terukur.

Legitimasi moral sebuah kepemimpinan lahir dari kepercayaan yang dirawat dan bukan dari paksaan yang mencederai nurani sivitas akademika,” ujarnya.

Ia juga menyerukan agar gerakan mahasiswa tetap dilakukan dengan kepala dingin serta mengedepankan perjuangan yang terarah.

Ke depan, mari seluruh kawan-kawan mahasiswa tetap menjaga soliditas dan mengawal gerakan ini dengan kepala dingin serta semangat perubahan,” lanjut Alwan.

Sementara itu, pemberitaan mengenai aksi 21 September 2026 menunjukkan mahasiswa memang telah menyegel sejumlah akses kampus dan mendirikan posko di depan rektorat. Aktivitas kampus disebut tidak sepenuhnya terhenti karena masih terdapat akses lain yang dapat digunakan.

Di tengah eskalasi tersebut, polemik UINSA kini tidak hanya menjadi persoalan antara mahasiswa dan pimpinan kampus. Desakan agar persoalan tersebut mendapat perhatian Kementerian Agama dan lembaga pengawasan di tingkat pusat turut mengemuka.

Gerakan mahasiswa menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut sampai ada penyelesaian yang dinilai mampu menjawab keresahan sivitas akademika.

Berita Terkait

Kayu Bertuliskan “Kementerian Kehutanan” dan PT Indah Lestari Muncul di Pantai Dungkek Sumenep
AEB Resmi Dikukuhkan, Konsolidasi Mahasiswa Bondowoso Masuki Babak Baru
Masuk Desil 8, Warga Tinggal di Rumah Tak Layak; Anggota DPRD Sumenep Dr. H. M. Asy’ari Muthhar Turun Lapangan
Penerima RTLH 2026 Masih Menunggu Kepastian, DPRD Sumenep Minta Pemerintah Jelaskan Kendala
Sumenep-Blitar Perkuat Kolaborasi, Dorong Pembangunan dan Pelayanan Publik
GMS Geruduk Inspektorat Sumenep, Soroti Pengawasan APBD, BUMD hingga Persoalan Lahan Dungkek
Ketahanan Pangan Jadi Perhatian, JSI Beri Penghargaan kepada DKPP Sumenep
Pengukuhan JSI Sumenep Jadi Momentum Perkuat Profesionalisme dan Integritas Jurnalis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:56 WIB

UINSA Memanas, Mahasiswa Segel Gerbang dan Desak Evaluasi Kepemimpinan Rektor

Senin, 21 September 2026 - 12:45 WIB

Kayu Bertuliskan “Kementerian Kehutanan” dan PT Indah Lestari Muncul di Pantai Dungkek Sumenep

Senin, 21 September 2026 - 11:10 WIB

AEB Resmi Dikukuhkan, Konsolidasi Mahasiswa Bondowoso Masuki Babak Baru

Minggu, 20 September 2026 - 19:45 WIB

Masuk Desil 8, Warga Tinggal di Rumah Tak Layak; Anggota DPRD Sumenep Dr. H. M. Asy’ari Muthhar Turun Lapangan

Kamis, 17 September 2026 - 17:10 WIB

Penerima RTLH 2026 Masih Menunggu Kepastian, DPRD Sumenep Minta Pemerintah Jelaskan Kendala

Berita Terbaru

Suasana Festival Tani di Lapangan Duwa’ Labuh, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, tampak semarak pada Senin malam (21/9/2026).

Budaya & Wisata

Festival Tani Ganding 2026 Bergulir, Pertanian dan UMKM Jadi Sorotan

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:32 WIB