BANRAAS, SUMENEP | Detakindo.com— Ratusan siswa Yayasan Nurul Hajar, Desa Banraas, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, mengikuti kirab obor dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah Posko 48, Rabu malam (16/9/2026).
Kirab dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. Para siswa dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA) berjalan bersama membawa obor menuju halaman utama yayasan.
Kegiatan tersebut turut melibatkan pengurus OSIS MTs dan MA Nurul Hajar, Muslimat, serta mahasiswa KKN Posko 48. Setelah kirab, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat Nabi, sambutan, dan ceramah agama.
Salah satu hal menarik dalam kegiatan tersebut ialah penggunaan tiga bahasa dalam pembawa acara, yakni bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris. Tiga siswi tampil secara bergantian membawakan rangkaian acara.
Ketua KKN Universitas Annuqayah Posko 48, Moh. Dzikrillah Wajid Al-Ansori, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program KKN selama berada di Yayasan Nurul Hajar.
Ia menegaskan bahwa berakhirnya masa KKN bukan berarti komunikasi antara mahasiswa dan keluarga besar yayasan ikut berakhir. Ia berharap hubungan yang telah terbangun tetap terjaga dan sejumlah program yang telah dijalankan dapat dilanjutkan.
“Kami berharap setelah teman-teman KKN boyong, tali komunikasi dengan para siswa dan keluarga besar Yayasan Nurul Hajar tetap terjaga. Rangkaian kegiatan yang sudah kami rancang bersama juga kami harapkan tidak berhenti setelah KKN selesai, tetapi dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan,” ujarnya.
Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa KKN Posko 48 menggelar sejumlah program di bidang pendidikan, literasi, organisasi, kepramukaan, lingkungan, dan kreativitas.
Di antaranya komunitas diskusi Ngobrol Pintar (NOPI), pengaktifan kegiatan kepramukaan, program literasi melalui praktik menulis puisi, cerpen dan berita, serta pembuatan tempat pembakaran sampah.
Mahasiswa juga membuat majalah dinding (mading) sebagai ruang kreativitas siswa dan menggelar Sekolah Organisasi untuk memberikan pembekalan kepada pengurus OSIS terkait kepemimpinan, manajemen, serta administrasi organisasi.
Sementara itu, ceramah agama dalam peringatan Maulid Nabi disampaikan oleh Dr. Mawardi. Dalam tausiyahnya, peserta diajak memahami keteladanan Nabi Muhammad SAW serta menerapkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN Posko 48 di Yayasan Nurul Hajar. Meski demikian, mahasiswa berharap berbagai program yang telah dirintis bersama dapat terus dikembangkan oleh pihak yayasan dan para siswa.
Peringatan Maulid Nabi sekaligus penutupan KKN itu pun menjadi momentum kebersamaan antara mahasiswa, siswa, guru, pengurus yayasan, OSIS, Muslimat, dan masyarakat Desa Banraas.













Komentar