Sumenep | Detakindo.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 48 membuat tempat pembakaran sampah di lingkungan Yayasan Nurul Hajar, Desa Banraas, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah di lingkungan yayasan.
Pembuatan tempat pembakaran sampah dilakukan sebagai upaya menyediakan fasilitas pendukung dalam menangani sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di lingkungan Yayasan Nurul Hajar. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan dan sampah yang berserakan sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman.
Program ini juga dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sampah secara lebih teratur di lingkungan pendidikan. Aktivitas siswa, guru, dan seluruh warga yayasan setiap harinya tentu menghasilkan berbagai jenis sampah. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama serta sarana yang dapat mendukung proses pengelolaan sampah tersebut.
Khairul Anam selaku salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pembuatan tempat pembakaran sampah merupakan langkah sederhana yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan Yayasan Nurul Hajar.
“Pembuatan tempat pembakaran sampah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi salah satu sarana untuk membantu pengelolaan sampah di lingkungan Yayasan Nurul Hajar,” ujar Khairul Anam.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut tidak serta-merta menyelesaikan persoalan sampah. Kesadaran dari seluruh warga yayasan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah perlu terus ditanamkan kepada para siswa.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN juga mendorong agar sampah yang masih memiliki nilai guna, terutama beberapa jenis sampah anorganik, dapat dipisahkan terlebih dahulu. Dengan demikian, tidak semua jenis sampah harus dibakar dan pengelolaannya dapat dilakukan sesuai dengan karakteristik masing-masing.
Pembuatan fasilitas tersebut menjadi bagian dari rangkaian program pengabdian mahasiswa KKN Universitas Annuqayah Posko 48 selama berada di Yayasan Nurul Hajar. Selain menjalankan program yang berkaitan dengan pendidikan, mahasiswa juga berupaya memberikan kontribusi dalam bidang kebersihan dan lingkungan.
Keberadaan tempat pembakaran sampah diharapkan dapat membantu warga yayasan dalam menjaga kondisi lingkungan agar tetap bersih dan nyaman. Lingkungan yang bersih juga menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya suasana belajar yang lebih baik bagi siswa.
Selain memberikan manfaat secara langsung, program tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan bentuk kepedulian yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa KKN Posko 48 berharap fasilitas yang telah dibuat dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak Yayasan Nurul Hajar. Dengan demikian, manfaat dari program tersebut tidak hanya dirasakan selama mahasiswa melaksanakan KKN, tetapi juga dapat terus digunakan setelah masa pengabdian berakhir.
Program pembuatan tempat pembakaran sampah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata KKN Universitas Annuqayah Posko 48 dalam mendukung kebersihan lingkungan Yayasan Nurul Hajar. Melalui program tersebut, mahasiswa berharap dapat mendorong tumbuhnya kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah merupakan tanggung jawab seluruh warga lingkungan sekolah.
Dengan adanya fasilitas pengelolaan sampah tersebut, lingkungan Yayasan Nurul Hajar diharapkan menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman. Program sederhana yang dilakukan mahasiswa KKN Posko 48 ini sekaligus menjadi upaya untuk membangun kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.













Komentar