PAMEKASAN | DetakIndo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 4 Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas pemasaran produk.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program pengembangan dan digitalisasi UMKM yang dilaksanakan pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk membantu pelaku usaha lokal memperkuat identitas bisnis sekaligus meningkatkan jangkauan pemasaran di tengah perkembangan teknologi.
Dalam program tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan bantuan berupa pemasangan banner usaha. Mereka juga melakukan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM, mulai dari penguatan branding hingga membantu mendaftarkan usaha ke sejumlah platform digital.
Salah satu bentuk pendampingan yang dilakukan yakni membantu pelaku usaha mendaftarkan lokasi dan informasi bisnis melalui Google Maps, serta mengenalkan pemanfaatan marketplace sebagai salah satu alternatif untuk memasarkan produk secara lebih luas.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 4 Desa Pasanggar, Afri Zaldi Zulfi, mengatakan program tersebut dilatarbelakangi oleh besarnya potensi usaha masyarakat yang masih perlu didukung dengan strategi pemasaran yang mengikuti perkembangan zaman.
“Banyak potensi produk lokal Desa Pasanggar yang luar biasa, namun aksesibilitas dan pemasaran digitalnya masih sangat terbatas. Kami hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut agar UMKM di sini mudah ditemukan oleh konsumen luas,” ujarnya.
Menurut Afri, pendampingan dilakukan dengan cara mendatangi langsung sejumlah pelaku UMKM. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun identitas usaha, memperbaiki tampilan promosi, serta memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
Pemanfaatan Google Maps juga dinilai memiliki manfaat penting bagi pelaku usaha. Dengan tercantumnya lokasi dan informasi usaha secara digital, masyarakat dari luar wilayah Desa Pasanggar diharapkan dapat lebih mudah menemukan keberadaan UMKM setempat.
Selain digitalisasi, mahasiswa turut membantu memperkuat tampilan usaha melalui pemasangan banner yang memuat informasi secara lebih jelas. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik sekaligus memperkuat identitas masing-masing usaha.
Program pendampingan tersebut mendapat respons positif dari para pelaku UMKM. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi masyarakat, khususnya mengenai cara memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha.
Afri Zaldi Zulfi berharap program yang telah dilakukan tidak berhenti setelah masa KKN selesai. Menurutnya, pengetahuan yang diberikan kepada pelaku UMKM harus terus diterapkan dan dikembangkan secara mandiri.
“Harapan saya selaku Kordes mewakili teman-teman, ke depannya dengan adanya program kerja pengembangan UMKM tersebut dapat meningkatkan kualitas dan pemahaman para pelaku usaha dan UMKM di Desa Pasanggar terhadap pemasaran digital dan pentingnya branding usaha terhadap usaha yang sedang digeluti saat ini,” katanya.
Ia menambahkan, kemampuan memanfaatkan pemasaran digital menjadi semakin penting seiring perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi dan membeli produk. Karena itu, pelaku UMKM perlu mulai membangun kehadiran usaha di berbagai platform digital.
Dengan pendampingan tersebut, mahasiswa KKN Posko 4 berharap para pelaku UMKM di Desa Pasanggar mampu melanjutkan pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan. Digitalisasi diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang sederhana, mudah diterapkan, dan dapat dilanjutkan setelah kegiatan KKN berakhir.






