Ketua BEM Universitas Annuqayah Mengecam Keras Terhadap Tindakan Intimidasi Oknum Koramil Kecamatan Guluk-Guluk, Pasca Kegiatan Haul Syuhada Kiai Abdullah Sajjâd

Avatar

Minggu, 31 Agustus 2025 - 12:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketua BEM Universitas Annuqayah, A Rahman Al Mahfudy. (DetakIndo.com)

Foto : Ketua BEM Universitas Annuqayah, A Rahman Al Mahfudy. (DetakIndo.com)

SUMENEP | DetakIndo.com – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Annuqayah Mengecam Tindakan Intimidasi oknum Koramil Guluk-Guluk pasca kegiatan Haul Syuhada Kiai Abdullah Sajjâd yang diselenggarakan oleh PAC Ansor Kecamatan Guluk-Guluk. Minggu (31/8/2025).

Dengan penuh kesadaran akan pentingnya menjaga marwah ulama serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan berpendapat dan berkegiatan dalam negara demokrasi, Presiden Mahasiswa Universitas Annuqayah menyatakan sikap tegas atas tindakan yang dilakukan oleh pihak Koramil Guluk-Guluk pasca terselenggaranya kegiatan Haul Syuhada Kiai Abdullah Sajjâd.

“Kami menilai bahwa tindakan aparat terhadap panitia dan pihak-pihak terkait setelah acara merupakan bentuk intimidasi yang tidak semestinya terjadi, terutama terhadap kegiatan keagamaan dan penghormatan terhadap ulama pejuang yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjuangan bangsa,” ungkap A Rahman Al Mahfudy

Kegiatan haul ini adalah bentuk penghormatan terhadap para syuhada, khususnya Kiai Abdullah Sajjâd, yang merupakan simbol perlawanan terhadap penjajahan dan teladan dalam memperjuangkan keadilan serta kebenaran. Tidak ada alasan yang sah bagi aparat keamanan untuk bersikap represif terhadap kegiatan keagamaan yang berjalan damai dan tertib.

Dengan itu Ketua BEM Universitas Annuqayah menyatakan:

1. Mengecam keras tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum Koramil Guluk-Guluk terhadap panitia dan pihak yang terlibat dalam kegiatan haul Syuhada kiai Abdullah sajjad

2. Menuntut klarifikasi dan permintaan maaf terbuka dari pihak koramil Guluk-Guluk atas perlakuan yang diperbuat.

3. Meminta pemerintah dan lembaga pengawas TNI untuk meninjau kembali pola pendekatan aparat terhadap masyarakat sipil, terutama dalam konteks kegiatan kultural, religius, dan akademik.

Kami berdiri teguh bersama nilai-nilai perjuangan para ulama. Apa yang terjadi pasca haul bukan sekadar persoalan teknis keamanan, tetapi menyentuh soal harga diri dan warisan perjuangan pesantren.

Berita Terkait

Rumah Nyaris Ambruk, Salamet 52 Tahun Justru Masuk Desil 8, Data Kemiskinan Dipertanyakan
Bapenda Sumenep Perluas Pembayaran Digital, Pajak Kini Bisa Dibayar Tanpa Antre
LPPNU Guluk-Guluk Resmikan “Rumah Bibit” untuk Pertanian Berkelanjutan
Samsat Sumenep Perkuat Pelayanan Pajak Kendaraan, Warga Diingatkan Utamakan Keselamatan
Stok BBM Kerap Kosong, Antrean Mengular di SPBU Ganding Diduga Imbas Pengiriman Lambat dan Pembelian Pakai Jeriken
Dari Tanam hingga Panen, DKPP Sumenep Kawal Budidaya Tembakau untuk Tingkatkan Hasil Petani
Agustus Kelam, Jatim Melawan, BEM SI Kerakyatan Jatim Gelar Aksi Simbolik Soroti Tragedi dan Ketimpangan
Perkuat Daya Saing UMKM Sumenep, UMSURA Gelar FGD Quadruple Helix Dorong Ekosistem Smart Digital

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:42 WIB

Rumah Nyaris Ambruk, Salamet 52 Tahun Justru Masuk Desil 8, Data Kemiskinan Dipertanyakan

Kamis, 3 September 2026 - 12:28 WIB

Bapenda Sumenep Perluas Pembayaran Digital, Pajak Kini Bisa Dibayar Tanpa Antre

Rabu, 2 September 2026 - 22:36 WIB

LPPNU Guluk-Guluk Resmikan “Rumah Bibit” untuk Pertanian Berkelanjutan

Rabu, 2 September 2026 - 08:54 WIB

Stok BBM Kerap Kosong, Antrean Mengular di SPBU Ganding Diduga Imbas Pengiriman Lambat dan Pembelian Pakai Jeriken

Selasa, 1 September 2026 - 19:23 WIB

Dari Tanam hingga Panen, DKPP Sumenep Kawal Budidaya Tembakau untuk Tingkatkan Hasil Petani

Berita Terbaru