SUMENEP | DetakIndo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah Posko 48 menggelar kegiatan Sekolah Organisasi (SO) bagi pengurus OSIS MTs dan SMA Nurul Hajar di Yayasan Madrasah Nurul Hajar, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 1–3 September 2026, ini bertujuan membekali pengurus OSIS dengan pengetahuan dasar tentang kepemimpinan, manajemen, dan administrasi organisasi.
Pada hari pertama, peserta mendapat materi kepemimpinan (leadership) yang disampaikan Ahmad Riyadi dan Mohammad Romdan. Peserta diajak memahami pentingnya percaya diri, komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab dalam berorganisasi.
“Seorang pemimpin tidak hanya bertugas memberikan arahan, tetapi juga harus mampu mendengarkan, merangkul, dan memberikan contoh yang baik kepada anggota,” ujar Ahmad Riyadi.
Mohammad Romdan menambahkan, pengalaman berorganisasi sejak sekolah dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam membangun kemampuan kepemimpinan dan kerja sama.
“Organisasi merupakan tempat untuk belajar bertanggung jawab. Karena itu, jangan takut untuk mencoba, menyampaikan pendapat, dan mengambil peran dalam setiap kegiatan,” jelasnya.
Pada hari kedua, materi manajemen organisasi disampaikan Riqi Solihin. Materi tersebut membahas penyusunan program kerja, pembagian tugas, pengelolaan waktu, serta pelaksanaan kegiatan secara terencana.
“Organisasi tidak bisa berjalan hanya dengan satu atau dua orang. Setiap anggota harus mengetahui tugas dan tanggung jawabnya agar pekerjaan dapat dilakukan bersama-sama,” ungkap Riqi Solihin.
Sementara pada hari terakhir, peserta mendapat materi administrasi organisasi yang dipandu Nuril Hasan As-Syuja’i dan Moh. Dzikrillah.
Materi meliputi pembuatan surat resmi, pencatatan surat masuk dan keluar, penyusunan proposal kegiatan, hingga laporan pertanggungjawaban.
Nuril Hasan As-Syuja’i mengatakan, administrasi merupakan bagian penting dalam organisasi karena setiap kegiatan membutuhkan dokumentasi yang rapi dan jelas.
“Dengan administrasi yang rapi, setiap kegiatan akan lebih mudah dipertanggungjawabkan dan dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya,” katanya.
Moh. Dzikrillah berharap peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan OSIS.
“Kami berharap setelah mengikuti materi ini, para pengurus tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya ketika membuat surat, proposal, maupun laporan kegiatan OSIS,” tuturnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti materi. Kegiatan juga diisi dengan diskusi dan praktik agar peserta dapat langsung memahami penerapan materi dalam organisasi.
Salah seorang peserta mengaku mendapat pemahaman baru tentang cara menjalankan organisasi secara lebih terarah.
“Sebelumnya kami masih sering bingung ketika membagi tugas atau menyusun kegiatan. Setelah mengikuti Sekolah Organisasi, kami jadi lebih memahami bagaimana bekerja sebagai satu tim,” ungkapnya.
Kegiatan Sekolah Organisasi menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Posko 48 Universitas Annuqayah dalam meningkatkan kapasitas siswa di Yayasan Madrasah Nurul Hajar.
Melalui kegiatan ini, pengurus OSIS MTs dan SMA Nurul Hajar diharapkan mampu menjalankan organisasi dengan lebih terarah, bertanggung jawab, dan semakin solid dalam bekerja sama.













Komentar