APHT Disebut Wadah Efisiensi, Nasib Buruh Rokok Sumenep Dipertanyakan

Avatar

Minggu, 6 September 2026 - 21:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor APHT Guluk-Guluk Sumenep (DetakIndo.com)

Kantor APHT Guluk-Guluk Sumenep (DetakIndo.com)

SUMENEP | DetakIndo.com – APHT disebut menjadi wadah bagi pengusaha rokok IKM untuk membantu menekan biaya produksi. Namun, di tengah upaya efisiensi dan keterbatasan pita cukai, kepastian kerja serta hak buruh rokok di Sumenep justru menjadi sorotan.

Produksi yang disebut menyesuaikan jatah pita cukai membuat aktivitas buruh bergantung pada kebutuhan produksi masing-masing PR. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kepastian kerja, sistem pemanggilan, hingga penghasilan buruh ketika produksi sedang terbatas atau berhenti.

Saat persoalan hak dan kewajiban pekerja dikonfirmasi, pihak terkait menyebut hal tersebut merupakan kewenangan direktur masing-masing PR karena berkaitan dengan kontrak kerja antara perusahaan dan pekerja.

Namun, alasan tersebut tidak serta-merta menghapus pertanyaan publik. Jika efisiensi produksi menjadi kepentingan bersama, mengapa ketika menyangkut hak buruh justru dikembalikan kepada masing-masing perusahaan? Apalagi buruh merupakan bagian penting dalam proses produksi rokok.

APHT sebagai wadah pengusaha rokok IKM tentu memiliki kepentingan menjaga keberlangsungan usaha. Tetapi keberlangsungan industri seharusnya tidak hanya berbicara soal biaya produksi dan pita cukai. Nasib dan kepastian kerja buruh juga harus menjadi perhatian.

Karena itu, pihak APHT dan masing-masing PR perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pola kerja, mekanisme pemanggilan, sistem pengupahan, serta kepastian hak buruh. Jangan sampai efisiensi perusahaan justru membuat buruh hidup dalam ketidakpastian—pengusaha menghitung biaya produksi, sementara buruh harus menunggu kapan dipanggil untuk bekerja.

Berita Terkait

“Jangan Jadikan Nahdliyyin Komoditas Politik”, Ansor Sumenep Desak Evaluasi Menteri Desa
Rumah Nyaris Ambruk, Salamet 52 Tahun Justru Masuk Desil 8, Data Kemiskinan Dipertanyakan
Bapenda Sumenep Perluas Pembayaran Digital, Pajak Kini Bisa Dibayar Tanpa Antre
LPPNU Guluk-Guluk Resmikan “Rumah Bibit” untuk Pertanian Berkelanjutan
Samsat Sumenep Perkuat Pelayanan Pajak Kendaraan, Warga Diingatkan Utamakan Keselamatan
Stok BBM Kerap Kosong, Antrean Mengular di SPBU Ganding Diduga Imbas Pengiriman Lambat dan Pembelian Pakai Jeriken
Dari Tanam hingga Panen, DKPP Sumenep Kawal Budidaya Tembakau untuk Tingkatkan Hasil Petani
Agustus Kelam, Jatim Melawan, BEM SI Kerakyatan Jatim Gelar Aksi Simbolik Soroti Tragedi dan Ketimpangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:22 WIB

“Jangan Jadikan Nahdliyyin Komoditas Politik”, Ansor Sumenep Desak Evaluasi Menteri Desa

Minggu, 6 September 2026 - 21:58 WIB

APHT Disebut Wadah Efisiensi, Nasib Buruh Rokok Sumenep Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 14:42 WIB

Rumah Nyaris Ambruk, Salamet 52 Tahun Justru Masuk Desil 8, Data Kemiskinan Dipertanyakan

Rabu, 2 September 2026 - 22:36 WIB

LPPNU Guluk-Guluk Resmikan “Rumah Bibit” untuk Pertanian Berkelanjutan

Rabu, 2 September 2026 - 19:50 WIB

Samsat Sumenep Perkuat Pelayanan Pajak Kendaraan, Warga Diingatkan Utamakan Keselamatan

Berita Terbaru