SUMENEP | DetakIndo.com – Ribuan warga dan santri memadati rangkaian Haul Syuhada Kemerdekaan KH Abdullah Sajjad yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tahunan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengenang sosok ulama yang tidak hanya dikenal melalui kiprahnya dalam dunia pesantren, tetapi juga memiliki sejarah panjang dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
KH Abdullah Sajjad dikenal sebagai salah satu ulama dan pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah yang turut mengambil peran dalam perjuangan rakyat Madura menghadapi penjajahan. Ia juga disebut pernah memimpin Barisan Sabilillah dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Rangkaian haul berlangsung dengan suasana khidmat. Istighotsah dan tahlil bersama menjadi bagian utama kegiatan sebelum dilanjutkan dengan pengajian umum. Sejumlah masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah, jajaran PCNU Sumenep, tokoh masyarakat, santri, serta warga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Merawat Ingatan Perjuangan Ulama
Peringatan haul tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menyambungkan kembali generasi hari ini dengan sejarah perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan.
KH Abdullah Sajjad dikenang sebagai sosok yang memilih berada di tengah perjuangan rakyat ketika situasi bangsa berada dalam tekanan penjajahan. Perjuangannya bersama masyarakat Guluk-Guluk menjadi bagian dari catatan sejarah lokal yang terus dirawat melalui tradisi haul.
Dalam kisah perjuangannya, KH Abdullah Sajjad disebut gugur di tangan tentara Belanda pada masa Agresi Militer tahun 1947. Ia wafat sebagai syuhada setelah mempertahankan masyarakat dan lingkungan pesantren dari ancaman penjajah.
Semangat perjuangan tersebut menjadi pesan penting yang kembali diingatkan dalam momentum haul. Kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak lahir begitu saja, melainkan melalui perjuangan panjang yang mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa.
Karena itu, generasi muda, khususnya kalangan santri dan Nahdliyin, diharapkan tidak kehilangan hubungan dengan sejarah para pendahulunya.
Dihadiri Ribuan Jamaah, Disiarkan Secara Langsung
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya jamaah yang hadir langsung di lokasi. Suasana semakin semarak dengan kehadiran para santri dan warga dari berbagai wilayah yang mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Selain diikuti secara langsung, kegiatan tersebut juga disiarkan melalui kanal YouTube Andika Record. Tayangan langsung yang berlangsung selama lebih dari tiga jam memungkinkan masyarakat di luar daerah turut mengikuti rangkaian haul dan doa bersama.
Bagi MWC NU Guluk-Guluk dan masyarakat setempat, haul KH Abdullah Sajjad menjadi salah satu cara untuk mikul duwur atau mengangkat serta menghormati jasa para pendahulu.
Tradisi tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kesinambungan nilai keagamaan, tetapi juga menanamkan kesadaran sejarah dan semangat kebangsaan kepada generasi penerus.
Haul Syuhada Kemerdekaan KH Abdullah Sajjad pun menjadi pengingat bahwa perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa yang patut terus dikenang dan diwariskan.













Komentar