SUMENEP | DetakIndo.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah Posko 48 mengaktifkan kembali kegiatan kepramukaan di Yayasan Nurul Hajar, Desa Banraas, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan tersebut dilaksanakan rutin setiap Jumat dan Minggu sore, mulai 4 September hingga 18 Desember 2026. Pelaksanaannya dibimbing oleh Nuril Hasan As-Syuja’i.
Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, keterampilan, dan jiwa kepemimpinan.
Sejumlah materi diberikan dalam kegiatan tersebut, di antaranya sejarah Pramuka, Latihan Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), serta yel-yel. Para siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga diajak mempraktikkannya secara langsung.
Materi LKBB, misalnya, diarahkan untuk melatih ketepatan, kekompakan, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap instruksi. Sementara yel-yel menjadi sarana untuk membangun semangat, kreativitas, dan kebersamaan peserta.
Pembimbing kegiatan, Nuril Hasan As-Syuja’i, berharap kegiatan Pramuka dapat memberikan manfaat bagi siswa dan terus berlanjut setelah program KKN selesai.
“Harapannya, kegiatan Pramuka ini dapat menjadi wadah bagi siswa untuk belajar disiplin, kompak, bertanggung jawab, dan mandiri. Semoga kegiatan ini dapat terus berjalan dan menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi siswa di Yayasan Nurul Hajar,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter. Nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi mahasiswa KKN Universitas Annuqayah, pengaktifan kembali Pramuka ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung kegiatan pendidikan di Yayasan Nurul Hajar.
Dengan dukungan pihak yayasan, pembimbing, mahasiswa KKN, dan para siswa, kegiatan tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi kegiatan rutin yang memberikan manfaat bagi generasi muda di Pulau Giliyang.













Komentar